INDRAMAYU – Ketibaan jenazah tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Pringgacala, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kasem (30), diwarnai isak tangis keluarga. Bahkan, sejumlah keluarga Kasem nyaris pingsan akibat tak kuat menahan kesedihan atas kematian anggota keluarganya.

Paman Kasem, Rasim (60) menerangkan, Kasem baru delapan bulan bekerja di Suriah, yang sebelumnya pernah menjadi TKI di negara yang sama dua tahun yang lalu.

BERITA REKOMENDASI


“Ini, keberangkatannya yang kedua. Kasem sudah 20 hari meninggal di sana dan jenazahnya baru tiba hari ini,” paparnya, Rabu (5/4/2017).

Rasim mengatakan, awalnya Kasem berangkat menuju Mesir. Namun, ia tak tahu kenapa Kasem malah ditempatkan di Suriah oleh agency-nya. “Kasem menderita penyakit paru-paru. Selama di Suriah, Kasem pernah bilang sering check-up ke rumah sakit,” ujarnya.

Menurutnya, terakhir kalinya pada 17 Maret 2017 Kasem memberikan kabar bahwa ia sudah dirawat di rumah sakit karena penyakitnya semakin parah. Semasa hidup, Kasem selalu memberikan kabar baik tentang majikannya dan tak ada perlakuan buruk yang menimpanya.

“Majikannya baik katanya, namun karena sakit saja, kondisinya sudah tidak kuat,” terangnya.

Namun, keberangkatan Kasem menimbulkan kejanggalan, karena pemerintah sudah mengeluarkan moratorium ke sejumlah negara di Timur Tengah melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 206 Tahun 2015. Kasem pun diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.