BANDUNG – Fitriani Safari (24), ibu rumah tangga di Kabupaten Bandung, menjadi tersangka kasus kematian anak kandungnya yang masih balita, M Fazar Sulaeman. Bayi 16 bulan itu ditemukan tewas mengambang di tanggul irigasi Sungai Singaparna, Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung pada 5 April lalu.

Fitri kini mendekam di tahanan Satreskrim Polres Bandung. Dia sudah mengakui perbuatannya dan segera menjalani pemeriksaan kejiwaan.

BERITA REKOMENDASI


“Yang bersangkutan membuang dengan cara melemparkan bayi ke irigasi,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, melalui sambungan telefon, Jumat (7/4/2017).

Sesaat sebelum membuang anak kandungannya ke sungai, sambung Yusri, Fitri -sapaan Fitriani Safari- berada di rumah bersama sang suami Dadang Sulaeman (34). Keduanya baik-baik saja, tak ada cekcok.

Sore harinya, Dadang pamitan ke istri dan buah hatinya untuk menyelesaikan urusan di luar rumah. Ternyata Fitri juga hendak keluar rumah namun arah yang mereka tuju berbeda.

“Keduanya keluar bersamaan, namun berbeda arah antara suami pelaku dan pelaku yang saat itu membawa korban,” ucap Yusri.

Pengakuan Fitri ke polisi, ia keluar rumah menuju irigasi Sungai Singaparna yang tak jauh dari kediaman. Sesampainya di sana, ia melemparkan putranya ke sungai. Setelah itu ia pulang.

Jasad Fazar ditemukan oleh seorang petani yang saat itu berkegiatan di sekitar tanggul irigasi. Selanjutnya temuan itu disampaikan ke warga lainnya dan pihak kepolisian.

Saat tim inafis melakukan identifikasi, datang seorang pria yang mengaku sebagai ayah bayi tersebut. Belakangan diketahui pria tersebut Danag Sulaeman dan terungkap bayi itu adalah Fazar Sulaeman.

Sementara penangkapan terhadap Fitri dilakukan setelah polisi memeriksa sejumlah saksi. Fitri pun mengaku perbuatannya membuang Fazar ke sungai.