Jakarta – Sembilan siswa pelaku bully kepada SB, siswi kelas 6 SD di Thamrin City, Jakarta Pusat, dikeluarkan dari sekolah dan dicabut haknya dalam mendapat dana dari Kartu Jakarta Pintar (KJP). Lalu bagaimana dengan proses di pelaporan ke Polisi oleh korban?

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Pusat Sujadiyono mengatakan, proses hukum di Polisi akan terus berjalan. Polisi akan melakukan pemanggilan baik kepada pelaku maupun korban dalam proses penyelidikan.

“Karena pemanggilan suratnya lebih dulu, jadi itu mungkin akan tetap berjalan, pencabutan wewenang haknya si pelapor. Itu kemudian pasti kalau sudah melapor ke Polsek akan menerima berita acara dan tanda tangan,” jelas Sujadi, saat dihubungi, Senin (17/7/2017).

Sujadi menuturkan, akan dilakukan pencabutan laporan karena pelaku sudah meminta maaf. Hanya saja hingga saat ini pencabutan belum dilakukan.

Sujadi mengimbau para orang tua menjadikan peristiwa ini pembelajaran bagi anak mereka. Ia juga meminta sekolah agar lebih menginginkan anak-anak saat pulang sekolah.

“Imbauan jadi peristiwa ini harus dijadikan satu pembelajaran yang berarti bagi anak-anak, kedua bagi orangtuanya, karena kejadian ini bukan di sekolah. Tapi saya minta sekolah juga tak henti-hentinya mengingatkan walaupun sekarang sudah diingatkan anak-anak itu kalau pulang sekolah langsung pulang,” ucapnya.

“Lalu orang tua perhatikan anaknya kalau keluar rumah pergi kemana. Harapan saya bisa memperbaiki kedepannya bagi mereka (pelaku),” sambungnya.
(cim/rna)