Madrid – Jejak material peledak kuat bernama TATP ditemukan dalam puing-puing ‘pabrik bom’ di Alcanar, Spanyol. Peledak yang sama diketahui digunakan dalam berbagai teror sebelumnya di Eropa, termasuk di Paris, Prancis dan Brussels, Belgia.

Dituturkan seorang sumber yang memahami penyelidikan teror di Spanyol ini, kepada CNN, Sabtu (19/8/2017), bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan jejak TATP di antara puing-puing rumah dua lantai di kota pantai Alcanar, yang berjarak 200 kilometer sebelah selatan Barcelona.

TATP, yang merupakan kependekan dari triacetone triperoxide, disebut sebagai salah satu jenis bom dengan daya ledak tinggi. TATP biasa dijuluki sebagai ‘The Mother of Satan‘ karena hanya beberapa gram TATP bisa dengan mudah meledakkan jari tangan manusia. Jumlah yang lebih besar tentu sangat mematikan.

Tabung-tabung gas butana yang ditemukan di puing rumah yang menjadi 'pabrik bom' di AlcanarTabung-tabung gas butana yang ditemukan di puing rumah yang menjadi ‘pabrik bom’ di Alcanar Foto: AFP PHOTO/JOSE JORDAN

TATP banyak digunakan dalam serangan teror beberapa dekade terakhir. Disebutkan CNN, bahwa TATP digunakan dalam serangan teror di Paris pada November 2015, pengeboman di Brussels pada Maret 2016, serta serangan bom di Manchester pada Mei tahun ini dan serangan bom gagal di Gare Centrale, Brussels, pada Juni 2017.

Kebanyakan militan yang sukses merakit TATP telah mendapat pelatihan teroris. Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), melalui sayap media mereka Amaq, telah mengklaim pelaku teror van di La Rambla, Barcelona, pada Kamis (17/8) waktu setempat, sebagai ‘prajuritnya’.

Surat kabar lokal Spanyol, El Pais, merupakan yang pertama melaporkan keberadaan jejak TATP di lokasi ledakan di Alcanar.

TATP dibuat dengan mencampurkan senyawa asam ke dalam campuran aseton dan hidrogen peroksida. Bahan-bahan itu tergolong mudah didapat. Namun karena sifatnya yang sangat tidak stabil, proses ‘perakitan’ TATP memerlukan kehati-hatian tingkat tinggi. Proses pencampuran bahan-bahan TATP bisa dengan mudah memicu ledakan tak disengaja, jika terjadi kesalahan.

Ledakan hebat yang melanda rumah di Alcanar ini juga diduga terjadi secara tidak disengaja. Kepala Kepolisian Catalan, Josep Lluis Trapero, menyebut orang-orang yang ada di dalam rumah di Alcanar itu sedang ‘memanipulasi’ tabung-tabung gas saat ledakan terjadi.

Sedikitnya 20 tabung gas propana dan butana ditemukan di antara puing-puing rumah itu. Dugaan kuat dari kepolisian setempat menyebut, tabung-tabung gas itu akan digunakan dalam rencana serangan bom truk mematikan di Barcelona. Namun rencana serangan itu gagal terlaksana.

Rumah yang menjadi 'pabrik bom' di Alcanar tinggal puingRumah yang menjadi ‘pabrik bom’ di Alcanar tinggal puing Foto: Bomberscat

Para pelaku akhirnya menggunakan kendaraan lebih kecil dalam aksinya. Mereka memakai sebuah mobil van warna putih dan sebuah mobil sedan merek Audi A3 dalam serangan di La Rambla, Barcelona dan Cambrils pada Kamis (17/8) waktu setempat. Sedikitnya 14 orang tewas dan 130 orang luka-luka akibat teror itu.

(nvc/fdn)