Madrid – Sebuah rumah yang dilanda ledakan di Alcanar, Spanyol, memegang petunjuk penting terkait rentetan teror di Barcelona dan Cambrils. Rumah dua lantai itu kini rata dengan tanah seperti usai dilanda gempa bumi dahysat.

Rumah yang berada di kawasan kota pantai Alcanar, yang berjarak 200 kilometer sebelah selatan kota Barcelona itu, hancur akibat ledakan gas hebat pada Rabu (16/8) malam waktu setempat. Satu orang tewas dan tujuh orang lainnya luka-luka akibat ledakan itu.

Polisi Spanyol menyisir lokasi rumah di Alcanar yang hancur usai dilanda ledakan hebat pada Rabu (16/8)Polisi Spanyol menyisir lokasi rumah di Alcanar yang hancur usai dilanda ledakan hebat pada Rabu (16/8) Foto: AFP PHOTO/JOSE JORDAN

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (19/8/2017), puing-puing di rumah itu memberikan petunjuk penting bagi penyelidikan yang tengah dilakukan kepolisian setempat, terkait teror ganda yang melanda Barcelona dan Cambrils, pada Kamis (17/8) waktu setempat.

Kepolisian setempat awalnya menduga rumah itu menjadi laboratorium rahasia sindikat narkoba lokal. Namun kini mereka menyelidikinya terkait dua serangan teror mematikan di Barcelona dan Cambrils. Sedikitnya 13 orang tewas dan sekitar 130 orang lainnya luka-luka akibat teror ganda itu.

Kepala Kepolisian Catalan, Josep Lluis Trapero, menyebut orang-orang yang ada di dalam rumah di Alcanar itu sedang ‘memanipulasi’ tabung-tabung gas propana dan butana saat ledakan terjadi. Ledakan itu diyakini terjadi secara tidak disengaja. Sedikitnya 20 tabung gas propana dan butana ditemukan di antara puing-puing rumah itu.

“Ledakan di Alcanar memicu serangan-serangan itu (di Barcelona dan Cambrils)… Serangan itu bukan yang mereka pikirkan sejak awal,” sebut Trapero dalam pernyataannya.

Puluhan tabung gas propana dan butana yang ditemukan di antara puing rumah yang meledak di AlcanarPuluhan tabung gas propana dan butana yang ditemukan di antara puing rumah yang meledak di Alcanar Foto: AFP PHOTO/JOSE JORDAN

“Hipotesis kami adalah, sebuah serangan (berbeda) sedang dipersiapkan cukup lama, dari rumah di Alcanar ini. Ledakan itu mencegah terjadinya pengeboman yang lebih besar,” imbuhnya. Trapero juga menyebut pelaku awalnya merencanakan teror mematikan dengan bom truk.

Tidak diketahui pasti siapa yang tinggal di rumah dua lantai itu. Para tetangga menuturkan kepada Reuters, rumah itu ditinggali secara ilegal selama beberapa bulan, tapi tidak pernah terlihat orang-orang yang tinggal di sana.

“Teman saya memiliki rumah di seberang jalan, tapi kami tidak pernah melihat apapun. Awalnya kami bercanda soal ledakan itu. Oke, sebuah laboratorium narkoba meledak, hanya itu saja. Tapi kini saya merasa sedikit takut,” tutur warga setempat, Marc Esteban Carmona (22).

Sedikitnya ada dua pria di dalam rumah itu, saat ledakan terjadi. Satu pria tewas akibat ledakan itu. Sedangkan satu pria lainnya yang selamat dari ledakan itu, kini dalam penahanan kepolisian setempat. Pria yang mengalami luka-luka sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

Rumah di Alcanar yang hancur usai dilanda ledakan hebat pada Rabu (16/8)Rumah di Alcanar yang hancur usai dilanda ledakan hebat pada Rabu (16/8) Foto: Bomberscat

(nvc/fdn)