Jakarta – Kapolri Jenderal HM Tito Karnavian sangat concern dalam kesetaraan gender di intitusi Polri. Tito menginginkan Polwan memiliki kesempatan yang sama dalam struktur insitusi Polri, termasuk jabatan Kepala Polisi Daerah (Kapolda) untuk Polda tipe A.

Tito mengungkapkan hal itu dalam acara lari pagi dalam rangka menyambut HUT Polwan dan HUT Bhayangkari. Polri saat ini baru memiliki empat orang jenderal Polwan dengan pangkat bintang satu.

“Saya bahkan sudah mimpi, sekarang sudah ada 4 orang yang Brigjen. Saya yakin masih banyak potensi-potensi lain di Polwan ini,” ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Minggu (19/8/2017).

Tito pun mengungkapkan keinginannya agar ada Polwan yang jadi Kapolda di Polda tipe A. Hanya sebagian kecil Polwan yang meraih karir di kepolisian dengan jenjang hingga ke tingkat Kapolda seperti salah satunya Brigjen (Purn) Rumiah Kartaredjo yang pernah menjabat sebagai Kapolda Banten tahun 2008-2010.

“Yang belum terwujud sampai hari ini, mungkin ada Pak ASDM (Irjen Pol Arief Sulistyanto) juga, nanti kita akan mencari Polwan yang bagus, yang tepat untuk menjadi Kapolda,” imbuhnya.

“Tapi bukan hanya Kapolda Tipe B. Jadikan Kapolda bintang dua. Tipe B sudah pernah, di Banten pernah,” ungkapnya.

Tito mencari calon Kapolda dari Polwan yang kuat. “Yang gak keras dikit gitu. Polwan Bintang dua,” imbuhnya.

Akan tetapi, seleksi tetap akan dilaksanakan sesuai dengan prosedur di Polri. Tapi yang terpenting bagi Kapolri, Polwan calon Kapolda itu yang siap merubah kultur negatif di Polri dan tahan goraan KKN.

“Kita test, kalau dia bagus, ada perubahan terutama perubahan kultur organisasi dengan kelebihannya sebagai wanita yang kuat terhadap godaan korupsi lebih sensitif terhadap persaannya terhadap orang lain, terhadap wanita, terhadap anak anak, terhadap keinginan publik. Lebih care kepada anggotanya djbandjng bapak-bapak, laki-laki yang mungkin kadang-kadang kurang peduli,” sambungnya.

“Kita berharap di masa jabatan saya ada Polwan yang menjadi Kapolda bintang dua. Nanti kita tes. Kalau tesnya bagus ditambah lagi ternyata membuat perubahan, kenapa tidak. Kalau tesnya tidak lulus turun grade lagi,” tambahnya.
(mei/fjp)