MEDAN – Dua wanita asal Indramayu, Jawa Barat, kabur dari penampungan agen keberangkatan tenaga kerja wanita, lalu memilih berlindung di Mapolsek Percut Sei Tuan, Kota Medan pada Sabtu malam sekira pukul 20.00 WIB

Keduanya mengaku bernama Aweng (38) warga Kampung Tugu, Kecamatan Laleak, Kabupaten Indramayu dan Amiah (35) warga Desa Kamplong, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

BERITA REKOMENDASI

Aweng dan Amiah bisa kabur setelah melompat dari jendela lantai dua rumah agen mereka di kawasan Tembung. “Kami naik becak, lalu nyambung naik angkot baru bisa ke sini (Polsek Percut Sei Tuan). Maksud kami mau minta bantuan dan pertolongan, lantaran kami tak tahan di rumah penampungan itu,” ungkap, Amiah, kepada wartawan di Polsek Percut Sei Tuan.

Keduanya mengaku sudah 11 hari berada di Medan sejak diajak agen berinisial T. Mirisnya, janji akan dipekerjakan sebai asisten rumah tangga di Malaysia tak kunjung terealisasi. Dalam rumah permanen berlantai dua milik Agen, mereka mengaku tak diperbolehkan keluar lingkungan rumah berpagar, meski untuk membeli makanan.

“Kami seperti disekap. Pernah kami tak dikasih makan seharian, namun ketika hendak membeli nasi ke luar rumah, kami dilarang. Kami tak tahan, makanya kami milih kabur,” timpal Aweng.

Mereka bersedia ikut dengan iming-iming dipekerjakan di Malaysia dengan upah per bulan Rp4 juta dengan potongan 3 bulan gaji untuk agen yang memberangkatkan. Tapi karena diperlakukan tidak sesuai, dua wanita itu memilih kabur.

“Kami dijemput dari rumah naik pesawat dari Jakarta. Dari situ kami berangkat lagi naik pesawat turun di Kualanamu. Mereka menjanjikan akan diterbangkan ke Malaysia untuk dipekerjakan,” sambungnya.

Keduanya menambahkan, semula mereka kabur bertiga. Tapi karena seorang lagi mengalami masalah pada kaki, akhirnya tertahan di rumah sang agen.

“Tadinya kami lari bertiga dengan teman kami. Tapi teman kami ketinggalan karena tak bisa lari disebabkan kakinya sakit. Kami kasihan juga makanya kami minta pertolongan sama polisi,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak kepolisian dan warga sekitar memberikan sumbangan makanan kepada 2 wanita yang mengaku belum makan dari pagi itu.

(ris)