Dhaka – Sekitar 800 orang tewas akibat banjir besar dan longsor yang melanda kawasan Asia Selatan, seperti India, Nepal dan Bangladesh dalam beberapa pekan terakhir. Situasi ini berpotensi memicu kekurangan pangan dan wabah penyakit, mengingat hujan terus mengguyur di area-area terdampak bencana ini.

Setiap tahunnya, musim penghujan di tiga negara Asia Selatan itu — yang jatuh antara Juli hingga September — cukup sering memicu korban jiwa dan kerusakan properti. Untuk tahun ini, otoritas setempat menyebut banjir yang melanda merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Senin (21/8/2017), lebih dari 1 juta warga di tiga negara itu kehilangan tempat tinggal akibat banjir ini. Di Bangladesh, dilaporkan sedikitnya 115 orang tewas setelah banjir merendam lebih dari sepertiga dataran rendah yang padat penduduk.

“Ketinggian air berangsur-angsur menurun. Situasi banjir akan membaik jika hujan tidak mengguyur hulu sungai beberapa waktu ke depan,” ucap insinyur eksekutif pada Pusat Peringatan dan Prakiraan Banjir Bangladesh, Sazzad Hossain, kepada Reuters.

Disebutkan juga bahwa sekitar 5,7 juta orang di Bangladesh terdampak banjir ini. Meluapnya sejumlah sungai di Bangladesh selama banjir melanda, telah merusak sekitar 225 jembatan setempat. Terputusnya jembatan berdampak pada terganggunya suplai makanan dan obat-obatan untuk para korban banjir. Situasi ini, dikhawatirkan akan memicu kekurangan pangan dan menyebarnya wabah penyakit.

“Dengan banjir semakin surut, ada kemungkinan munculnya epidemi. Kami khawatir akan muncul wabah penyakit yang ditularkan melalui air, jika persediaan air bersih tidak dipastikan segera,” ucap Direktur Jenderal Departemen Penanggulangan Bencana Bangladesh, Reaz Ahmed.

Di wilayah India, korban tewas tersebar di beberapa wilayah. Sedikitnya 180 orang tewas di wilayah Assam, yang berbatasan dengan Bangladesh, dalam beberapa minggu terakhir. Kemudian 30 orang dilaporkan tewas di wilayah Arunachal Pradesh, Nagaland dan Manipur. Lalu di wilayah Bihar, India bagian timur, sedikitnya 253 orang tewas saat hujan deras menyampu lahan pertanian, menghancurkan jalanan dan memutus aliran listrik.

Terakhir, sedikitnya 141 orang dipastikan tewas akibat banjir di Nepal. Ribuan warga yang selamat memaksakan diri kembali ke rumah-rumah mereka yang tidak utuh lagi akibat banjir. “Rumah-rumah mereka dalam kondisi rusak total,” sebut Francis Markus dari Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
(nvc/ita)