Jakarta – Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan kembali mendengungkan pembangunan DKI dengan pendekatan gerakan saat dirinya resmi memimpin nanti. Anies kali ini menyampaikannya saat menjadi pembicara di acara HPMI Jakarta dengan tema kolaborasi pengusahan muda membangun Jakarta bersama.

Acara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini digelar di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2017). Anies menilai pendekatan gerakan membuat pemerintah menyediakan platform untuk bersama-sama warga melakukan pembangunan. Sementara pendekatan program membuat masyarakat bersifat pasif dan pemerintah yang aktif.

“Kita ingin pendekatannya gerakan. Saya membandingkan dengan pendekatan program. Pemerintah menyelesaikan masalah dan warga bayar pajak dan menjadi peserta pemilihan. Anda nggak usah ngapa-ngapain, kami (pemerintah) yang beresin semua. Kalau gerakan, tambah disiapkan platform untuk semua melakukan pembangunan perubahan,” kata Anies dalam sambutannya.

Dia pun memakai contoh bila pendekatan program layaknya ensiklopedia, sedangkan pendekatan gerakan adalah Wikipedia. “Pendekatan pogram itu ensiklopedia, kalau pendekatan gerakan adalah Wikipedia,” ucapnya.

Mantan Mendikbud itu pun memaparkan soal level perkembangan kota. Ada 4 level yang menjadi tolak ukur sebuah kota. Pertama adalah pemerintah sebagai administrator dan ada warga. Kedua, pemerintah sebagai service provider dan masyarakat sebagai konsumen. Tingkat kedua ini, menurut Anies yang paling disenangi oleh masyarakat. Karena masyarakat tidak perlu berbuat apa-ada dan pemerintah sebagai pelayan. Ketiga, pemeritah sebagai fasilitator dan masyarakat sebagai partisipan. Dan terakhir adalah pemerintah sebagai kolaborator dan masyarakat sebagai co-creator.

“Jakarta hari ini ada di posisi 2. Kita mau bawa ke level 4,” tutur Anies.

Dia juga berjanji akan bekerja sama dengan HIPMI saat menjadi Gubernur DKI. Namun dia tidak mau HIPMI bersikap pasif menunggu apa peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Yang dia mau, HIPMI memberikan terobosan-terobosan serta inovasi untuk membangun Jakarta.

“Pemerintah sering kali tidak ikut swasta. Pemerintah maunya jalan sendiri, swasta suruh ikut. Ini nggak akan jalan. Kita ingin terobosan, yang ada kita kerja sama. Kalau dulu kita service provider, anda costumer. Kalau sekarang kita kerja sama. Buat program relevan yang pemerintah bisa besarkan,” pesan Anies.

“Kota maju di dunia pendekatannya adalah kolaborasi,” imbuhnya.

Menurut Anies, dengan pendekatan yang akan dibawa olehnya, Jakarta tidak akan lagi tertinggal dengan ibu kota negara-negara ASEAN. Tak hanya itu, Jakarta juga bisa mengejar ketertinggalan dengan kota-kota lain di dunia.

“Jadi ke depan, pola ini akan dilakukan bersama. Kalau kita lakukan dari awal, Jakarta nggak akan tertinggal dengan ibu kota negara tetangga,” ucap Anies.

Tak hanya itu, Anies juga berpesan pada HIPMI untuk turun ke 212 RW di Jakarta yang menurut catatannya masuk kategori kumuh. Mereka diajak turun bukan untuk membagikan uang, tapi untuk membagi cerita dan inspirasi agar banyak warga yang mau menjadi pengusaha.

“Ada 212 RW di Jakarta yang masuk kategori kumuh. Saya mau HIPMI turun ke sana, bukan bagi cash tapi yang saya butuh HIPMI bagikan cerita bagaimana jadi pengusaha dan berbagi inspirasi,” imbaunya.

“Saya mau bawa ekonomi tumbuh, menyerap tenaga kerja, memfasilitasi untuk berkarya, dan pemerintah bekerja sama dengan semua komponen terutama UMKM,” pungkasnya.
(bis/nvl)