//Prestasi dan Pemasukan Melalui Hobi

Prestasi dan Pemasukan Melalui Hobi

Jika melihat generasi anak muda saat ini, kita selalu dituntut untuk melakukan kegiatan yang produktif. Seperti halnya ikut serta dalam organisasi di dalam kampus maupun di luar kampus. Seringkali banyak mahasiswa yang berusaha untuk mengimbangi keduanya, namun banyak pula yang masih belum dapat membagi waktu untuk aktivitas di dalam kampus dan di luar kampus. salah satu aktivitas di luar kampus yaitu melakukan kegiatan yang berhubungan dengan hobi. Terkadang kita tidak menyadari jika kita bisa mendapatkan prestasi dan pemasukan melalui hobi yang kita miliki. Namun untuk mendapatkannya, kita harus dapat mengatur waktu dan tanggung jawab kita dengan baik.

Dengan hiruk pikuk kegiatan di kampus, bukan menjadi penghambat bagi gadis berusia 20 tahun asal Mojokerto ini, dia adalah Rossalina Meybella Resdhyanti atau biasa dipanggil Oca. Ia adalah salah satu mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Jurusan Ilmu Komunikasi yang aktif kegiatan di dalam kampus maupun di luar kampus. Selama di kampus ia menjadi badan pengurus harian media Kinne/Film, sedangkan di luar kampus ia menjadi guru dance.

Oca saat menjuarai salah satu lomba di Surabaya Town Square
Oca saat menjuarai salah satu lomba

Dance telah menjadi bagian dari hidup Oca, “Pertama suka dance itu sejak SMP. Awalnya ikut cheers dulu, setelah kelas 3 SMP ke aliran hiphop,” ujarnya. Setelah itu Oca bergabung ke komunitas Modern Dance “Flash Star” atau biasa disebut F Star. Disana ia bertemu dengan tim yang memiliki visi dan misi yang sama. Ia mulai melatih basic dance dan mengikuti berbagai jenis event dan perlombaan.

Oca pernah menjuarai berbagai macam event, seperti Juara 1 Inbox SCTV dua kali berturut-turut pada tahun 2015, Juara 1 BPJS Got Talent 2016 Roadshow 11 Kota se-Indonesia, Juara 1 Dance ACC Jawa Timur dan masih banyak lagi. Namun diantara kejuaraan yang pernah diikuti oleh timnya, yang paling berkesan adalah saat menjadi finalis The Dance Icon Indonesia pada tahun 2015.

“Waktu itu aku masih kelas 2 SMA, itu bener-bener ajang yang ketat. Kita di Jakarta latihan sampe jam 2 pagi baru pulang dan setiap hari kaya gitu, dan setiap minggu harus pulang ke Mojokerto, ” ujar Oca. Meski hanya bertahan di delapan besar, ini merupakan pengalaman yang berkesan bagi Oca. Karena ia harus membagi waktu antara pendidikan dengan hobinya.

Oca besama Tim F Star pada ajang The Dance Icon Indonesia yang diselenggarakan oleh SCTV
Oca besama Tim F Star pada ajang The Dance Icon Indonesia

Setelah mengikuti ajang The Dance Icon Indonesia, tim F Star yang diikuti oleh Oca menerima banyak tawaran pekerjaan. Diantaranya adalah mengisi acara Inbox, SCTV Awards, menjadi juri, hingga masuk koran. Modern dance adalah aliran yang saat ini disukai oleh Oca. “Kalau modern dance lebih ke konsep, jadi dance-nya ngga cuma gerak tapi mereka udah ada konsep. Dan juga main ke properti, musik bisa di masuk,” ujarnya.

Dalam menentukan gerakan dan jenis dance, Oca memiliki refrensi dan panutan tersendiri. Salah satunya adalah seorang dancer asal Indonesia yaitu Jesicca Janess. “Banyak yang bilang gerakan freestyle ku mirip Jesicca Janess, dan aku emang suka ngeliat video vlognya dia di Youtube,” ujar Oca. Menurutnya dance bukan hanya sekedar gerakan saja, tetapi bagaimana caranya memainkan beat dan perasaan (soul) sesuai dengan eksplorasi yang ada dalam diri kita.

Oca bersama Tim F Star saat mengikuti salah satu Dance Competition
Oca bersama Tim F Star

Saat ini Oca mengisi waktu luangnya dengan mengajarkan ilmu yang telah diperolehnya selama mengikuti kejuaraan. Kuliah tidak menjadi hambatan baginya untuk mau mengajar. “Pertama emang hobi, terus tiba-tiba disuruh ngajar sampai sekarang. Nah sekarang hobiku bisa jadi pemasukan juga, istilahnya kita cuman main-main tapi dapet duit,” Oca adalah salah satu dari sekian banyak generasi muda di Indonesia yang berprestasi. Ini adalah saatnya bagi kita sebagai Agent of Change untuk menyalurkan bakat-bakat yang kita miliki.