//Fathul Wahid Resmi Jadi Rektor UII Periode 2018-2022

Fathul Wahid Resmi Jadi Rektor UII Periode 2018-2022

Jabatan sebagai rektor merupakan amanah yang sangat besar.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta secara resmi melantik Fathul Wahid sebagai Rektor UII periode 2018-2022. Pelantikan yang dilaksanakan pada 1 Juni 2018 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Pancasila dan 16 Ramadhan 1439 Hijriah.

Sejumlah prosesi pelantikan berlangsung cukup khidmat. Terlebih, pelantikan dilakukan di Auditorium Kahar Mudzakkir, satu dari sekian banyak tempat yang begitu ikonik bagi UII, yang memiliki nama langsung dari pendiri UII yaitu Abdul Kahar Mudzakkir.

Pelantikan dihadiri begitu banyak pemangku kebijakan DI Yogyakarta mulai dari Pemerintah Provinsi, DPRD, Polda, sampai Korem. Hadir pula para rektor perguruan-perguruan tinggi yang ada di DIY.

Ketua Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII, Luthfi Hasan, memimpin langsung pelantikan dan pengambilan sumpah rektor. Hadir mengikuti prosesi Rektor UII periode 2017-2018, Nandang Sutrisna, wakil-wakil rektor, sampai dekan-dekan UII.

Prosesi berjalan sangat lancar mengingat semua elemen UII hadir. Suasana berjalan sangat sejuk, terutama saat Rektor UII periode 2017-2018 memberikan tanggung jawab sepenuhnya kepada Rektor UII periode 2018-2022.

Jabat tangan dan peluk hangat Rektor UII periode 2017-2018 Nandang Sutrisna, mengiringi langkah Fathul Wahid sebagai Rektor UII periode 2018-2022. Keduanya turut mendampingi pemindahan tanggung jawab dari wakil-wakil rektor lama kepada wakil-wakil rektor baru.

Hadir wakil-wakil rektor lama mulai Warek I Ilya Fadjar Maharika, Warek II Nur Feriyanto, dan Warek III Agus Taufiq. Salah satu perbedaan mencolok pada periode ini tentu karena ini kali pertama UII miliki empat wakil rektor.

Warek I Bidang Pengembangan Akademik dan Riset Imam Djati Widodo, Warek II Bidang Sumber Daya dan Pengembangan Karir Zaenal Arifin, Warek III Bidang Kemahasiswaan Keagamaan dan Alumni Rohidin, dan Warek IV Bidang Networking dan Kewirausahaan Wiryono Raharjo.

Dalam sambutannya, Fathul Wahid, menilai jabatan sebagai rektor merupakan amanah yang sangat besar. Terutama, karena ia harus menahkodai sebuah perguruan tinggi besar yang didirikan dengan niatan luhur para pendiri bangsa.

Seperti yang sempat disampaikan kepada Republika.co.id beberapa waktu lalu, Fathul mengaku rencana aksinya terinspirasi Alquran Surat Ibrahim 24-25. Ia merasa, dari situ muncul tiga tema besar yang direncanakan mewarnai perjalanan UII empat tahun ke depan.

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit dan menghasilkan buah setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat,” kata Fathul, Jumat (1/6).

Fathul turut meneladani nilai, teladan, dan jejak rektor-rektor lalu. Mulai Abdul Kahar Mudzakkir, Kasmat Bahoewinangoen, Sardjito, Prabuningrat, Ace Partadiredja, Zanzaqi Soejoeti, Zaini Dahlan, Luthfi Hasan, Edy Suandi Hamid, Harsoyo, sampai Nandang Sutrisno.

Belajar dari keteladanan tokoh-tokoh luar biasa tersebut, Fathul melihat jabatannya sebagai kemuliaan yang ditakdirkan Allah untuk dirawat. Artinya, bukan berkah tapi amaah, bukan fasilitas tapi pengabdian ikhlas, serta bukan dilayani tapi memberi.

“Kami harus belajar menikmati yang tidak nikmat, dan tidak menikmati yang nikmat. Semoga Allah memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kami,” ujar Fathul.

Untuk itu, ia mengundang dosen, tenaga pendidik, mahasiswa, dan alumni untuk bekerja sama mengumpulkan semua energi positif untuk bergerak maju. Fathul mengaku akan berterima kasih jika dikawal dengan sehat dan didukung dengan tindakan nyata.

Artinya, jika membuat kebaikan, tidak melanggar perintah Allah dan Rasul, ia berharap ada dukungan penuh kepada jajarannya. Tapi, jika membuat kejelekan, menebar mudarat, ia Fathul berharap sivitas dapat senantiasa meluruskan jajarannya.

“Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala meridhoi UII,” kata Fathul menutup.