//Pemerintah tak Bisa Penuhi Tuntutan Honorer K2
Pemerintah tak Bisa Penuhi Tuntutan Honorer K2

Pemerintah tak Bisa Penuhi Tuntutan Honorer K2

Untuk guru honorer K2 yang berusia 35 tahun ke atas bisa mengikuti seleksi PPPK

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aksi penolakan syarat CPNS terus dilakukan oleh para guru honorer kategori dua (K2) di berbagai daerah. Karo Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Mudzakir menegaskan, seleksi CPNS tahun ini tetap mengacu pada PermenPAN-RB Nomor 36. Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa pelamar harus memenuhi syarat batas usai paling tinggi 35 tahun pada tanggal 1 Agustus 2018.

“Saat ini yang berlaku adalah PermenPAN-RB Nomor 36,” kata Mudzakir saat dihubungi Republika, Senin (17/9).

Dia mengungkapkan, untuk guru honorer K2 yang berusia 35 tahun ke atas bisa mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Untuk menjadi PPPK, lanjut dia, memang ada beberapa seleksi yang harus dilalui. Seleksi tersebut tentunya bertujuan untuk menyeleksi sumberdaya yang berkualitas.

“Iya, seleksi PPPK sudah kami siapkan. Jadi guru honorer K2 yang tidak memenuhi kriteria bisa ikut seleksi ini,” tegas dia.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria juga menyebutkan bahwa aturan membatasi batasan usia para honorer K2 merupakan hasil rapat gabungan bersama DPR beberapa waktu lalu.

“Itu kesepakatan dalam Ragab dengan DPR,” kata Bima saat dikonfirmasi Republika, Senin (17/9).

Beberapa hari ini, Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) di beberapa daerah menggelar aksi penolakan syarat CPNS yang dinilai tidak memberi keadilan bagi para honorer K2. Hari ini, ratusan guru honorer K2 kembali menggelar aksi di depan istana Jakarta. Mereka menuntut untuk bisa mengikuti seleksi dan dapat diangkat CPNS tahun ini.

TAGS: