//IPB Kumpulkan Ratusan Peneliti, Bahas ICM dan Bioteknologi Kelautan

IPB Kumpulkan Ratusan Peneliti, Bahas ICM dan Bioteknologi Kelautan

JawaPos.com – Para peneliti dari sejumlah negara berkumpul di Bogor dalam gelaran Konferensi Internasional Pengelolaan Pesisir Terpadu dan Bioteknologi Kelautan, Selasa (23/10). Acara dihelat oleh Institut Pertanian Bogor (IPB).

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi IPB, Dodik Nurrohcman mengatakan, konferensi internasional ini merupakan salah satu upaya IPB meningkatkan dan mengembangkan riset di bidang kelautan. Khususnya mengenai manajemen pesisir terpadu dan bioteknologi kelautan.

“Sejak 2014 IPB fokus pada penelitian seputar pertanian, kelautan, dan biosains,” kata Dodik ketika memberikan sambutan di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Jawa Barat.

Dodik mengatakan, konferensi ini menjadi ruang bagi para pakar dan praktisi Integrated Coastal Management (ICM) atau manajemen pesisir terpadu, dan bioteknologi kelautan. Terutama dalam memaparkan hasil penelitiannya.

“Sehingga kami harap, ada solusi ataupun terobosan baru dalam pengelolaan manajemen pesisir dan bioteknologi kelautan,” jelas Dodik.

Selain peneliti Indonesia, kegiatan ini diikuti oleh para periset dari beberapa negara. Mulai dari Australia, Prancis, Malaysia, Filiina, Thailand, Amerika Serikat, hingga Korea Selatan. Ada sekitar 544 peneliti yang berpartisipasi, dengan 125 abstrak.

Dodik menjelaskan Indonesia merupakan surga bagi para peneliti sektor kelautan. Dengan 17.506 pulau serta panjang pantai 19.000 km, Nusantara menjadi rumah dari keanekaragaman hayati ekosistem terumbu karang, bakau, hingga padang lamun.

“Artinya, peranan ilmu pengetahuan dan teknologi amat penting agar pengelolaannya maksimal, efektif serta selaras dengan lingkungan,” pungkasnya.

Poros Maritim Dunia

Pakar Kelautan IPB, Tridoyo Kusumastanto menyebut Indonesia harus menerapkan kebijakan ICM untuk mewujudkan poros maritim dunia. Dengan ribuan pulau, ICM menjadi penting untuk diimplementasikan.

Pasalnya, ada banyak aspek yang berkaitan dengan ICM. Mulai dari daerah aliran sungai, tepi pantai, laut. Ketiganya merupakan satu ekosistem yang sangat luas. “Berbicara maritim, tidak bisa kita hanya laut saja. Tapi darat dan udara juga. Saling berkaitan dan harus terintegrasi,” jelas Tridoyo yang juga Dewan Penasihat PKSPL IPB itu.

Wajar ketika kemudian, lanjut Tridoyo, banyak kawasan pesisir yang rusak. Penyebabnya itu tadi, tidak ada manajemen pesisir yang saling terintegrasi. “Harus diingat, pesisir itu tempat berkumpulnya beragam aktivitas. Mulai dari ekonomi, hunian, infrastruktur. Semua tumplek disitu,” ungkap Tridoyo.

Maka dari itu, Tridoyo menyarankan bahwa pemerintah perlu membuat sebuah grand design rencana tata ruang laut yang jelas dan komprehensif. “Pemerintah harus tegas dalam hal ini. Kesatuan dari tiga wilayah dalam pengelolaan pesisir terpadu dan DAS, adalah improvment dari ICM,” pungkas eks Ketua Senat IPB itu.

(yes/JPC)