//Kiat Pilih Prodi si SBMPTN: Pertama Sesuai Minat, Kedua Sesuai Peluang

Kiat Pilih Prodi si SBMPTN: Pertama Sesuai Minat, Kedua Sesuai Peluang

JawaPos.com – Sebagian calon pendaftar SBMPTN ditengarai masih menimbang-nimbang memilih program studi (prodi) mana yang dilamar. Kondisi itu pun dimanfaatkan sejumlah bimbingan belajar (bimbel) untuk memberikan pendampingan dalam menentukan pilihan prodi.

Di antaranya, Bimbingan Tes Alumni (BTA) Group. Bimbel yang berbasis di Jakarta tersebut mulai membimbing para siswa pada Senin (10/6). Koordinator BTA-45 Surkam menuturkan, secara keseluruhan, ada 1.250 siswa di BTA-45 yang bakal mendaftar SBMPTN 2019.

“BTA-45 mayoritas anak-anak dari Tebet,” katanya kemarin (11/6).

Dia menjelaskan, pada hari pertama ada 60 siswa yang memanfaatkan program bimbingan. Kemudian, di hari kedua kemarin tercatat ada 70 siswa yang mengikuti bimbingan mencari prodi yang potensial untuk dilamar. Ada siswa yang datang sendiri dan didampingi orang tuanya.

Surkam mengatakan, dalam bimbingan tersebut, siswa diajak berdiskusi untuk memilih prodi mana yang bakal dituju. Dalam diskusi tersebut, pilihan prodi tentu disesuaikan dengan nilai hasil ujian tulis berbasis komputer (UTBK) masing-masing.

Pada prinsipnya, Surkam mengatakan, pilihan pertama diarahkan pada prodi yang benar-benar diminati dan dicita-citakan sang anak. Entah itu kedokteran, teknik, sastra, atau keguruan. Kemudian, pilihan kedua ditujukan untuk memilih prodi yang memiliki peluang besar diterima.

Misalnya, ada anak yang mendapatkan nilai UTBK tinggi dan bercita-cita menjadi dokter. Anak tersebut bisa memilih prodi pendidikan dokter di kampus papan atas seperti Universitas Indonesia (UI) atau sejenisnya. Kemudian, pada pilihan kedua tetap prodi kedokteran, tetapi di kampus yang persaingannya tidak terlalu ketat.

Zakaria Kusnanda, siswa asal Surabaya, belum mendaftar SBM PTN hingga kemarin. Dia masih kebingungan nilai UTBK 1 atau 2 yang dipakai untuk mendaftar. Sebab, ada beberapa aspek yang memiliki nilai lebih tinggi pada UTBK 1 daripada tes kedua. “Cuma fisika yang meningkat. Jadi, masih bingung yang mana yang dimasukkan (ke dalam sistem pendaftaran online SBMPTN),” ucap lulusan SMAN 16 Surabaya itu.

Wakil Ketua I Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Joni Hermana menuturkan, nilai UTBK 1 dan 2 mana yang akan dipakai tidak dipilih siswa. Sistemlah yang akan memilih ketika peserta mendaftar prodi PTN.

“Mana yang nilainya lebih besar. Apakah itu UTBK 1 atau 2, nilai itulah yang akan dipakai,” tuturnya.