//UNS Dampingi Desa Wisata Kembangkan Produk Wayang

UNS Dampingi Desa Wisata Kembangkan Produk Wayang

UNS beri pelatihan E-Branding produk wayang.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Riset Group (RG) Industrial Economic Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memberikan dukungan kepada Desa Wisata Kampung Wayang di Kepuhsari, Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, untuk dapat mengembangkan sumber daya yang dimiliki di desa wisata tersebut. Dukungan tersebut berupa pendampingan terhadap pengembangan produk wayang melalui kegiatan pelatihan E-Branding produk wayang.

Dukungan tersebut diberikan karena selama ini Desa Wisata Kampung Wayang memiliki banyak keterbatasan. Hal itu membuat proses promosi dan branding sebagai sebuah desa tujuan wisata menjadi terbengkelai.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Kepuhsari dan Sanggar Wayang Tetuko, akhir pekan lalu. Kegiatan dibuka oleh Yunastiti Purwaningsih dan Ketua RG, Tri Mulyaningsih, yang didampingi Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Penelitian Pengembangan (Litbang) Kabupaten Wonogiri, Sunarno, dan Sekretaris Desa Kepuhsari, Wijono. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para pengrajin seni tatah sungging dan pelaku wisata yang ada di Desa Kepuhsari.

Dihadapan para pengrajin, Yunastiti mendorong pengrajin untuk bersemangat melakukan promosi dan branding atas produk wayang dan bisnis desa wisata Kampung Wayang.

“Era digital ekonomi 4.0 menuntut pelaku bisnis untuk kreatif melakukan marketing online dan E-Branding agar bisnisnya semakin berkembang,” kata Yunastiti seperti tertulis dalam siaran pers yang diterima Republika, Kamis (18/7).

Pada kesempatan tersebut, peserta diajarkan strategi penggunaan media sosial untuk kepentingan promosi dan E-Branding. Johadi selaku pemateri menjelaskan ada trik-trik tertentu yang mesti dipahami oleh seorang yang melakukan pemasaran daring dalam menggunakan akun media sosialnya.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pelatihan video grafis dan Youtube yang disampaikan oleh Mulyadi selaku ketua pelaksana kegiatan. Pemasaran online dan E- Branding dengan mengkombinasikan media sosial yang meliputi Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube menjadi kebutuhan saat ini. Selain itu, digelar focus group discussion (FGD) mengenai identifikasi langkah yang bisa diambil setelah proses pelatihan.