//Dindikbud Purbalingga Gelar Pekan Belajar di Museum

Dindikbud Purbalingga Gelar Pekan Belajar di Museum

Pelajar SD, SMP dan SMA, diajak untuk belajar di museum

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, menggelar kegiatan bertajuk Pekan Belajar di Museum. ”Melalui kegiatan ini, para pelajar SD, SMP dan SMA, diajak untuk belajar di museum,” jelas Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga, Rien Anggraeni.

Seperti yang dilaksanakan pada Selasa (13/8), sebanyak 40 siswa SD/MI yang berasal dari berbagai sekolah di Purbalingga mengikuti pelatihan membuat gerabah dari tanah liat di Museum Budaya Prof Dr R Soegarda Poerbakawatja.

”Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan teori cara membuat gerabah dan praktek langsung membuat gerabah dari tanah liat. Bahkan gerabah yang dibuat para siswa, boleh dibawa pulang ke rumah masing-masing,” jelasnya.

Dalam kegiatan itu, seluruh bahan baku disediakan oleh Dindikbud. Demikian juga mengenai honor pelatih, dibebankan pada anggaran DAK yang dialokasikan untuk Museum Budaya Prof Dr Soegarda mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK)

Dia juga menyebutkan, selain kegiatan pelatihan membuat gerabah bagi anak SD, pihaknya juga akan menggelar kegiatan pelatihan membatik, menganyam anyaman, kerajinan kulit, fotografi dan kelas menulis huruf Jawa. Untuk setiap jenis pelatihan, narasumbernya berbeda-beda.

Menurutnya, kegiatan ‘Pekan Belajar di Museum’ akan dilaksanakan hingga Jumat (16/8). Sedangkan sasarannya, terdiri dari para siswa  SD/MI, SMP/MTS maupun SMA se derajat.

”Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya bisa belajar mengenai ketrampilan tertentu. Tapi juga sekaligus untuk memperkenalkan museum kepada para generasi muda,” jelasnya.

Museum budaya Prof Dr R Soegarda Poerbakawatja berlokasi di Kelurahan Purbalingga Lor Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga. Koleksi yang ada museum ini, terdiri dari berbagai benda-benda kuno yang digunakan masyarakat pada masa lalu untuk kegiatan rumah tangga.

Antara lain koleksi berupa gerabah antik, lesung, ani-ani dan sejumlah peralatan bertani, pekinangan, kamera kuno, radio kuno, telepon kuno, mata uang kuno, wayang, tempat tidur yang digunakan salah satu Bupati Purbalingga jaman dahulu, peralatan tenun, peralatan batik, sepeda kuno, perhiasan bahkan sampai senjata kuno. Koleksi tertua di museum ini, adalah benda berupa tombak yang diberikan Keraton Kesunanan Solo pada masa awal berdirinya Purbalingga.

TAGS: