//FAH UIN Ar-Raniry dan UIAM Malaysia Gelar Seminar

FAH UIN Ar-Raniry dan UIAM Malaysia Gelar Seminar

Seminar ini merupakan salah satu program “Jelajah Tamadun Islam Aceh”.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH – Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh bersama Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) Kuantan Pahang menggelar Seminar Dakwah dan Tamaddun Aceh-Pahang. Seminar diadakan di Aula Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Jumat (23/8).

Seminar ini merupakan salah satu program “Jelajah Tamadun Islam Aceh” yang diprakarsai oleh Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) Kuantan Pahang. Seminar dihadiri oleh berbagai unsur, selain delegasi Malaysia sekitar 30 orang, juga turut hadir dari pihak kampus UIN Ar-Raniry, alumni dan tamu dari luar.

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Dr Fauzi Ismail MSi yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr Phil  Abdul Manan MSc, MA dalam sambutannya mengatakan,  kerja sama dan kegiatan ilmiah seperti ini perlu ditingkatkan.

Menurut Abdul Manan, kegiatan ini menjadi wadah dalam pengembangan Fakultas. Dia berharap kegiatan tersebut ditindaklanjuti dengan kegiatan lainnya dalam rangka meningkatkan kerja sama antara Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry dengan UIAM Kuantan Pahang.

“Ke depan semoga kerja sama dan hubungan baik ini dapat dikembangkan lagi dalam bentuk kegiatan akademik lainnya seperti student exchance, pengabdian masyarakat, publikasi karya ilmiah serta riset kolaborasi,” kata Abdul Manan dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (23/8).

Perwakilan dari delegasi UIAM Kampus Kuantan Malaysia, Asst  Prof  Dr Normah Binti Haron yaitu principal di Mahallah Fatimah az-Zahrah menuturkan akan pentingnya kolaborasi interdisipliner ilmu di berbagai bidang.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Hermansyah, dosen Filologi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry menghadirkan pembicara dari kedua universitas tersebut.

Dari UIN Ar-Raniry,  Drs Nurdin AR MHum membahas tentang sejarah sains dan teknologi tradisional Aceh. Sementara  Dr Phil Abdul Manan MSc, MA membahas tentang kajian etnografi ibu mengandung dan penjagaan anak di Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan.

Sedangkan  Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) Kuantan Pahang menghadirkan Dr Mohd Affendi dengan topik pembahasan tentang Manuskrip perubatan melayu Ar-Rahmah Aceh : Menjawab Hurgronje?

Sebagaimana di ketahui, hubungan Aceh dengan Pahang telah terjalin mesra sejak periode kesultanan Aceh pada masa Iskandar Muda. Ia banyak membawa orang-orang dari Pahang ke Aceh. Salah satunya menjadikan Sultan Iskandar Tsani sebagai anak angkatnya dan menikahkannya  dengan putrinya,  Sultanah Shafiyatuddin syah Tajul Alam.