//Mall Palamarta, Kontribusi Unpad Dongkrak Ekonomi Bangsa

Mall Palamarta, Kontribusi Unpad Dongkrak Ekonomi Bangsa

Hadirnya market place Unpad akan mengoptimalkan manfaat hasil riset bagi Tanah Air.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali menggulirkan terobosan dalam mendongkrak ekonomi masyarakay melalui hilirisasi dari hasil risetnya. Kali ini, sebagai kado Dies Natalis ke-72, Unpad meluncurkan platform e-commerce dengan alamat http://mall.unpad.ac.id/.     

Peluncuran market place bernama Mall Unpad Palamarta itu berlangsung dalam rangkaian Dies Natalis ke-72 Unpad di Kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Rabu (11/9). Wakil Rektor Bidang Riset, Kerjasama, Inovasi, dan Korporasi Akademik Unpad Keri Lestari mengatakan, produk e-commerce tersebut menjadi salah satu bukti kontribusi Unpad terhadap perekonomian masyarakat.  

Kata Keri, market place tersebut akan banyak memasarkan produk hilirisasi dan hasil riset dari Unpad. ‘’Melalui platform e-commerce ini, akan terjadi transaksi jual-beli produk hilirisasi Unpad yang siap digulirkan ke pasar,” katanya di Kampus Unpad, Kota Bandung, Rabu (11/9).

Melalui situs ini pula, ungkap Keri, akan dipasarkan produk potensi dari masyarakat, yang merupakan hasil tindak lanjut kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa Unpad. Salah satunya temuan saat kuliah kerja nyata (KKN) di sejumlah daerah, khususnya di Provinsi Jabar.

‘’Ada 53 produk yang kita angkat dari 53 desa,’’ tambahnya. Dengan hadirnya market place tersebut, Keri berharap produk hasil inovasi dan riset bisa dengan mudah sampai dan bermanfaat bagi masyarakat.

Jika sebelumnya hanya untuk publikasi, kini pihaknya akan ekspansi agar produk berteknologi Unpad lebih bermanfaat bagi masyarakat. Keri menargetkan, produk riset itu mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sebagai contoh, papar Keri, produk-produk hasil riset dan inovasi Unpad yang siap dipasarkan di Mall Unpad Palamarta, di antaranya Kopi Kiwari dan Teh Stevia. Ada juga ubi khas Cilembu yang dihasilkan melalui pertanian berteknologi.

‘’Kita kembangkan dengan smart farming melalui teknologi,’’ katanya. Melalui market place ini, Keri meyakini masyarakat akan dengan mudah mengenal produk-produk tersebut. Setidaknya, kata dia, 40 ribu warga Unpad yang terdiri dari mahasiswa, tenaga pengajar, karyawan, yang akan lebih dulu mengetahui produk melalui market place.  

Tidak hanya memasarkan melalui market place, pihaknya giat menghubungkan antara produsen dan industri. Salah satu contohnya dengan menggandeng Salim Group untuk menyerap ubi Cilembu khas Sumedang.

Tak hanya itu, dia pun berharap masyarakat bisa lebih diberdayakan dengan memiliki usaha logistik. ‘’Logistisk menjadi ceruk bisnis menarik di era bisnis digital saat ini,’’ katanya.