//UNY akan Buka Program Doktor Ilmu Keolahragaan

UNY akan Buka Program Doktor Ilmu Keolahragaan

Program doktor keolhargaaan akan direalisasikan segera.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berencana membuka prodi S3 Ilmu Keolahragaan. Tim Pembahas Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemendikbud telah pula mengadakan evaluasi lapangan.

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, mengatakan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY sudah lama berkeinginan memiliki program doktor. Karenanya, dia berharap keinginan itu bisa benar-benar diwujudkan. “Harapannya, regulasi perizinan bisa dipercepat, sehingga harapan mendikbud bisa terjawab oleh Direktorat,” kata Sutrisna.  

Mengulang pernyataan Mendikbud, Sutrisna menuturkan, untuk membuka prodi tidak perlu izin. Sebab, yang akan melihat pasar langsung dan bila prodi itu dibutuhkan pasti ada mahasiswa yang tertarik.  

Sebaliknya, bila masyarakat merasa prodi itu tidak dibutuhkan, tentu dengan sendirinya akan ditutup. Menurut Sutrisna, ini menjadi konsep kemerdekaan atau otonomi yang digulirkan Mendikbud. 

Dia berpendapat, fasilitas-fasilitas olah raga di UNY sudah mencukupi. Terlebih, Sutrisna menekankan, di UNY tidak cuma memikirkan ilmu-ilmu keterampilan, melainkan pula kebugaran fisik.

 “Ini akan memberi nilai tambah dan diharapkan dapat menjadi ciri khas UNY yang berbeda dengan perguruan tinggi lain,” ujar Sutrisna. 

Salah satu tim pembahas, Eko Hadi Sujiono menilai, pembukaan program doktor sesuai dengan Permenristekdikti. Tapi, menekankan bagi lulusan harus publikasi kepada jurnal internasional bereputasi. “Dengan demikian, dasar untuk pembukaan program studi sumber daya manusia,” kata Eko.

Dia berpendapat, karena lulusan harus publikasi jurnal internasional promotornya harus memiliki jurnal atau artikel yang publikasi secara internasional. Konsekuensinya, jumlah calon mahasiswa yang diterima.

“Berharap ilmu keolahragaan UNY ini menjadi center of excellence di Indonesia, prodi baru ini harus didukung hibah riset yang memadai agar berkembang,” ujar Guru Besar Universitas Negeri Makassar itu.