//Angkatan Pertama, FK UMP Lantik 20 Dokter

Angkatan Pertama, FK UMP Lantik 20 Dokter

FK UMP didirikan saat ada moratorium prodi kedokteran.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), melantik dan mengambil sumpah 20 dokter baru, Senin (13/1). Pelantikan dokter ini merupakan tonggak sejarah bagi FK UMP. 

“Karena merupakan acara pelantikan dan sumpah pertama yang dilakukan terhadap lulusan FK UMP,” ucap Dekan Fakultas Kedokteran UMP Mambodiyanto.

Dia juga bersyukur, karena jumlah dokter baru yang dilantik cukup banyak. Yakni, mencapai 87 persen dari jumlah seluruh angkatan pertama FK UMP. ”Semua ini bisa tercapai berkat kerjasama semua komponen di UMP, dari para dosen, karyawan, komite orangtua dan dukungan rektor beserta civitas akademika,” katanya.

Dalam pelantikan, para mahasiswa mengucapkan sumpah dan janji dokter di hadapan pimpinan senat FK UMP dan juga para orang tua/wali. Dari 20 dokter yang dilantik, sebanyak 14 orang merupakan dokter wanita dan 6 dokter pria.

Mengenang perjalanan pendirian FK UMP, Mambodiyanto menyebutkan, proses pendirian FK UMP tergolong sangat berat dan unik karena pada masa itu sedang berlaku moratorium pendirian program studi kedokteran. Akibatnya, dari lima calon FK baru, hanya FK UMP yang lolos diberikan ujian dengan nilai 90 lebih sehingga izin oprasionalnya diserahkan secara pribadi oleh dirjen.

”Ini tidak terlepas perjuangan dari segenap civitas dan komponen yang mendukung dengan berdirinya FK UMP,” jelasnya.

Dia berpesan agar para alumni Fakultas Kedokteran UMP bisa selalu menjaga nama baik almamater. ”Setelah diambil sumpah sebagai dokter, maka para dokter baru wajib mengikuti kegiatan internship, baru bisa praktik mandiri. Semua ini merupakan perjuangan awal ke depan untuk menyesuaikan diri,” katanya.

Rektor UMP Anjar Nugroho dalam kesempatan itu, mengaku merasa bangga dan berbahagia bisa menyaksikan sumpah dokter. Hal ini mengingat perjalanan mahasiswa menuju pelantikan dan sumpah dokter tersebut harus melalui proses yang panjang.

”Untuk bisa masuk di Fakultas Kedokteran saja dibutuhkan seleksi yang ketat. Tidak setiap orang bisa masuk kesini,” katanya.