//Supaya Lebih Mandiri, PTN Didorong Jadi Badan Hukum

Supaya Lebih Mandiri, PTN Didorong Jadi Badan Hukum

JawaPos.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong perguruan tinggi negeri (PTN) supaya menjadi badan hukum (PTN-BH). Tujuannya supaya perguruan tinggi lebih mandiri. Masyarakat diminta tidak khawatir pembentukan badan hukum itu membuat kampus jadi komersil.

Pembantu Rektor I UT Mohamad Yunus mengatakan ada beberapa pertimbangan Kemendibud mendorong PTN menjadi PTN-BH. Diantaranya supaya kampus bisa lebih leluasa menjalankan otonomi kampus. “Khususnya untuk manajemen SDM,” katanya di sela kegiatan rapat tinjauan manajemen (RTM) di kampus UT Senin (27/1).

Menurut Yunus saat ini urusan SDM menjadi permasalahan di kampus negeri. Banyak kampus kekurangan dosen. Sementara kuota rekrutmen PNS baru terbatas. Pertimbangan lain mendorong kampus supaya jadi PTN-BH adalah untuk keleluasaan membuka dan menutur program studi (prodi). Selain itu kampus juga semakin mudah menggunakan tenaga ahli dari luar negeri.

Dia menjelaskan masyarakat tidak perlu khawatir bahwa PTN-BH membuat kampus jadi komersil. Yunus mengatakan kampus PTN-BH tetap dibatasi ketentuan dalam memungut biaya pendidikan dari masyarakat. Kampus PTN-BH didorong mendapatkan dana dari kerjasama dengan sejumlah pihak.

Sementara itu Rektor UT Ojat Darojat menjelaskan ada sejumlah prodi baru yang akan dibuka di UT. Diantaranya adalah prodi ekonomi syariah dan pariwisata di jenjang S2. Kemudian prodi lingkungan di jenjang S2 dan administrasi publik di jenjang S3. Dia mengatakan dibukanya prodi-prodi baru itu menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Ojat lantas menyampaikan dukungan terhadap program kampus belajar yang digagas Mendikbud Nadiem Makarim. Dengan program itu, mahasiswa tidak hanya menjalani kuliah di kampusnya sendiri. Mahasiswa boleh mengambil kuliah di kampus lain.

Ketentuannya adalah mahasiswa boleh mengambil kuliah satu semester atau 20 SKS di prodi lain di kampusnya. Kemudian mahasiswa juga boleh mengambil kuliah dua semester atau 40 SKD di prodi lain di kampus lain.

Selain itu mahasiswa juga lebih leluasa dalam magang. “Yang penting sesuai dengan peningkatan kompetensi,” jelasnya. Ojat mengatakan mahasiswa di UT juga khas. Banyak mahasiswa yang sudah bekerja. Kemudian juga banyak yang telah berkeluarga. Untuk itu mahasiswa diberikan keleluasaan untuk memilihnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Hilmi Setiawan