//Menristek: Jumlah SDM Peneliti Indonesia Belum Standar

Menristek: Jumlah SDM Peneliti Indonesia Belum Standar

Pemerintah akan fokus meningkatkan SDM penelitian agar melahirkan banyak inovasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menilai salah satu kendala perkembangan inovasi di Indonesia adalah belum standarnya jumlah sumber daya manusia (SDM) peneliti. Jumlah peneliti berbanding jauh dengan SDM peneliti di negara-negara yang riset dan inovasinya sudah sangat maju.

“Memang belum standar kalau dibandingkan dengan perkembangan di negara maju,” ujar Bambang saat hadir dalam Rapat Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Kantor BPPT, Jakarta, Senin (24/2).

Menurutnya, jumlah yang belum sesuai standar khususnya untuk peneliti yang memiliki kualifikasi doktoral (S3) yang rasionya dibagi dengan jumlah penduduk di Indonesia. Karena itu, pemerintah fokus untuk meningkatkan SDM, khususnya di bidang penelitian dan riset, agar melahirkan banyak inovasi di kemudian hari.

“Jadi mau tidak mau sesuai dengan prioritas 5 tahun ke depan RPJMN dari pemerintahan sekarang ya fokus pada SDM,” ujarnya.

Bambang melanjutkan, persoalan lainnya yang menghambat pengembangan inovasi dan riset di Indoensia adalah birokrasi dalam kelembagaan riset. Menurutnya, birokrasi yang rumit menyebabkan riset itu tidak bisa berkembang.

Ia menerangkan, rumitnya birokrasi saat ini membuat orientasi dari riset adalah sekadar kegiatan, bukan tujuan menghasilkan inovasi. “Sekadar penyerapan anggaran. kenapa? karena itulah kinerja dari birokrasi, ini hal yang tentunya sangat tidak sesuai dengan cita-cita kita menjadikan indonesia sebagai perekonomian yang berbasis inovasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, saat ini juga fokus riset juga belum mengerucut pada satu fokus riset nasional. “Karena sulitnya mencari fokus riset sehingga kalau kita sudah punya prioritas riset nasional atau rencana induk riset nasional, jumlah fokusnya itu masih dalam kuantitas yang banyak,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga dalam sambutannya mengatakan jumlah peneliti di Indonesia masih kurang dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia masih kalah dibandingkan Vietnam yang anggarannya lebih sedikit daripada Indonesia.

“Jumlah peneliti Indonesia hanya 89 orang per juta penduduk, dibandingkan dengan Vietnam jumlah peneliti 673 per juta penduduk,” ujar Ma’ruf.