//1.720 Peserta Lolos SNMPTN UNS
1.720 Peserta Lolos SNMPTN UNS

1.720 Peserta Lolos SNMPTN UNS

Sebanyak 351 peserta diterima melalui jalur KIP Kuliah atau Bidikmisi.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Sebanyak 1.720 peserta lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2020 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Jumlah tersebut merupakan 25 persen dari total kuota mahasiswa baru UNS program sarjana 2020.

Rektor UNS, Jamal Wiwoho, mengatakan, jumlah peminat SNMPTN UNS sebanyak 31.080 peserta. Jumlah tersebut naik 1,5 persen dari peminat SNMPTN UNS tahun 2019. Sebanyak 31.080 peminat SNMPTN UNS tersebut terdiri dari 16.884 peminat kelompok ilmu Saintek dan 14.196 peminat kelompok ilmu Soshum.

“UNS masuk tujuh besar jumlah pendaftar terbanyak secara nasional,” kata Jamal dalam jumpa pers secara daring, Rabu (8/4)

Sebanyak 1.720 peserta yang lolos SNMPTN UNS tersebut secara rinci 853 peserta lolos di Saintek dan 867 peserta lolos pada kelompok Soshum. Tingkat keketatan UNS naik dari 1:16 pada 2019 menjadi 1:18 pada 2020. “Jumlah yang diterima KIP-Kuliah atau Bidikmisi tahun 2020 sebanyak 351 orang,” imbuhnya.

“Bagi peserta yang lolos SNMPTN harus melakukan registrasi online mulai 16-30 April 2020. kalau tidak melakukan registrasi dianggap gugur,” ungkapnya.

Kemudian, bagi peserta yang tidak lolos SNMPTN 2020, masih mendapat kesempatan untuk mendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020. Para peserta SNMPTN yang telah dinyatakan lolos SNMPTN 2020 tidak diperbolehkan mendaftar UTBK dan SBMPTN 2020. Siswa pendaftar KIP-Kuliah yang tidak lolos SNMPTN 2020, apabila ingin mengikuti UTBK, tidak dikenakan biaya pendaftaran.

Sekretaris Eksekutif Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS, Hadiwiyono, mengatakan, tahun ini UNS akan menerima sebanyak 8.541 mahasiswa baru baik program sarjana maupun vokasi. Jumlah tersebut terdiri atas program sarjana sekitar 6.706 mahasiswa baru dan program vokasi 1.835 mahasiswa.

“Kami target untuk yang SNMPTN di atas 20 persen, kemudian yang SBMPTN minimal 40 persen, nanti kita lihat realisasinya, bisa juga 40 persen itu bisa sampai 50 persen. Kemudian yang mandiri maksimal 30 persen, semua prodi ada jalur mandiri,” papar Hadiwiyono.