//Kuliah Daring Saat COVID-19, Memberatkan atau Mempermudah?
Kuliah Daring Saat COVID-19, Memberatkan atau Mempermudah?

Kuliah Daring Saat COVID-19, Memberatkan atau Mempermudah?

Semenjak COVID-19 mulai menyebar di Indonesia, pemerintah menghimbau masyarakat untuk dirumah saja guna meminimalisir penyebaran virus yang berasal dari Cina ini. Setelah adanya himbauan tersebut, banyak aktifitas yang dilakukan secara daring,  salah satunya adalah sistem perkuliahan.

Banyak universitas yang mengeluarkan kebijakan untuk mengganti sistem perkuliahan yang semula bertatap muka, diganti dengan sistem daring menggunakan platform berbasis internet.

Hal inilah yang banyak menjadi keluhan mahasiswa, karena dengan jadwal perkuliahan yang padat serta tugas kuliah yang cukup banyak, mereka harus menyediakan jaringan internet yang stabil, agar tetap dapat mengikuti perkuliahan. Hal ini pun dirasa memberatkan, karena tidak semua mahasiswa memiliki jaringan Wifi di rumah.

”Ya sebenarnya saya sih ngga keberatan kalau kuliah online soalnya saya pake wifi, tapi temen-temen saya banyak yang ngeluh karena kuotanya cepat habis,” ucap Tiara, mahasiswi Universitas Airlangga.

Sistem pembelajaran secara online memiliki variasi yang berbeda, tergantung platform apa yang dipilih, jika memang mengharuskan bertatap muka, Zoom serta Google Meet merupakan platform yang sering digunakan, karena dirasa lebih mudah dan efektif untuk pembelajaran dan ujian lisan.

logo aplikasi zoom

Sumber gambar: google.com

Namun, kelemahan dari aplikasi ini adalah menghabiskan cukup banyak kuota. Hal ini juga diungkapkan oleh Ihzah, salah satu mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jatim. “Biasanya dosen-dosen UPN kuliah onlinenya itu pakai aplikasi WhatsApp, Zoom, atau Google Meet. Tapi paling sering pake Zoom,” ujar Ihzah.

Upaya apa yang dilakukan oleh pihak Universitas dalam mengatasi hal ini?

Hal inilah yang akhirnya membuat beberapa universitas memberi bantuan dengan memberikan subsidi pulsa atau paket internet untuk mempermudah berjalannya kuliah daring. UPN “Veteran” Jatim merupakan salah satu universitas yang memberikan bantuan pulsa untuk mendukung proses pembelajaran secara daring.

Sayangnya, belum semua universitas memberikan bantuan pulsa ataupun paket internet. Ini dirasa cukup menyulitkan, karena saat pandemi berlangsung, banyak pekerjaan yang akhirnya mengalami penurunan omset pendapatan. Adanya kuliah daring membuat pengeluaran untuk membeli paket internet semakin besar.

Beberapa provider jaringan juga memberikan paket internet gratis untuk beberapa aplikasi. Namun sayangnya aplikasi tersebut masih jarang digunakan saat kuliah daring.

Walaupun kuliah daring dirasa efektif selama masa pandemi, namun banyak mahasiswa yang lebih senang kuliah dengan sistem tatap muka. Hal ini dikarenakan saat kuliah secara langsung, mereka dapat saling bertemu dengan teman-teman dan melakukan banyak aktivitas lainnya secara bersama-sama.

“Enak kuliah tatap muka, soalnya ketemu temen-temen, bercanda, trus bisa nongkrong. Kalo kayak gini kan Cuma bisa dirumah aja.” ungkap Dinda, Mahasiswi Universitas hang Tuah Surabaya.

Dengan pandemi yang masih belum selesai, banyak universitas yang akhirnya memberlakukan kuliah daring hingga akhir semester. Segala jenis pelayanan, sistem kuliah hingga sidang kelulusan dilakukan secara daring.