//Napi Bebas Berulah Lagi, Masyarakat Resah
Napi Bebas Berulah Lagi, Masyarakat Resah

Napi Bebas Berulah Lagi, Masyarakat Resah

Surabaya, Aktual.id – Kurang lebih sebanyak 30 ribu narapidana (napi) bebas sebelum waktunya lewat program asimilasi dan integrasi dari Kementerian Hukum dan HAM. Hal tersebut tidak lain imbas dari adanya virus corona. Mereka dibebaskan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di lingkungan rutan dan lapas yang sudah kelebihan kapasitas.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia akan mengeluarkan dan membebaskan sebagian narapidana dan anak-anak dari tahanan dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona atau yang disebut dengan istilah Covid-19 ini.

Sumber Foto : https://empowerms.org/mississippis-crime-rate-is-down/

Ketentuan itu diatur dalam Keputusan Menteri Hukum dan HAM bernomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 yang ditandatangani Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada Senin (30/3/2020)

Pada dasarnya, narapidana menerima program tersebut agar tetap dirumah demi memutus rantai persebaran virus corona. Tetapi hal tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus. Banyak napi yang telah dibebaskan berulah lagi. Mereka kembali melakukan tindak kriminal seperti merampok dan mencuri dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Dilansir dari Tirto.id, contohnya seorang napi asimilasi Lapas Kelas IIA Pontianak berinisial GR, baru berusia 23 tahun. Dilaporkan Antara, ia bersama dua tersangka lain, MT dan ES, mencuri ponsel. “GR ini baru mendapat asimilasi pada 6 April. Mulai 8 April atau dua hari setelah bebas sudah mencuri lagi,” kata Direktur Reskrimum Polda Kalbar Kombespol Veris Septiansyah. GR tak hanya beraksi sekali, tapi “setidaknya sudah empat kali” setelah bebas.

AC dari Singkawang Kalimantan Barat pun melakukan hal serupa. Ia baru bebas pada 9 April kemarin, juga lewat program asimilasi yang dibikin Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, lalu ditangkap lagi karena maling motor.

Napi yang telah bebas rata-rata memang belum memiliki pekerjaan, ditambah dengan adanya wabah virus corona yang menyebabkan susahnya mencari uang. Hal tersebut menjadi penyebab narapidana melakukan tindak kriminal lagi.

Keresahan terhadap fenomena tesebut dirasakan oleh lapisan masyarakat, seperti di Sidoarjo. Baru-baru ini telah terjadi perampokan di jembatan laying jenggolo. Hal itu menuai keresahan, Rina sebagai salah satu warga Sidoarjo menuturkan, “Sekarang saya sudah tidak berani keluar rumah kalau tidak penting, setelah pembebasan napi tersebut, banyak tindak kriminal lagi, saya takut,”. Ia juga mengatakan tidak berani mengambil uang di ATM dengan jumlah yang besar untuk saat ini. Hal itu merupakan antisipasi tindak kriminal yang meningkat lagi setelah pembebasan narapidana oleh Kemenkumham.