//Mungkinkah Tertular COVID-19 Saat Memesan Makanan Lewat Ojek Online?

Mungkinkah Tertular COVID-19 Saat Memesan Makanan Lewat Ojek Online?

Ilustrasi ojek online saat memesan makanan ( Sumber gambar : gojek.com )

Mengatasi penularan COVID-19 di Indonesia, Pemerintah saat ini telah mewajibkan masyarakat untuk melakukan karantina mandiri. Lalu bagaimana jika kita merasa kelaparan namun tidak bisa keluar rumah? Aplikasi ojek online mungkin menjadi jawabannya. Tapi amankah memesan makanan lewat layanan ojek online pada masa pandemi COVID-19?

Kemungkinan terjadinya penularan COVID-19 lewat makanan. Salah seorang profesor keamanan pangan di Departemen Ilmu Pangan di Cornell University, New York, Martin Wiedmann, virus corona memiliki kemungkinan yang cukup kecil untuk ditularkan melalui makanan. Menurutnya, sampai detik ini belum terdapat laporan pasien yang terinfeksi positif corona melalui perantara makanan.

Pakar keamanan pangan dari North Carolina State University, Benjamin Chapman memberikan pernyataan yang sejalan. Seperti yang dikutip dari Liputan6.com, Chapman menyatakan “Risikonya sangat rendah. Penerima pengiriman bisa mengurangi risiko tertular virus dengan mencuci tangan yang baik atau menggunakan setidaknya cairan pembersih tangan dengan kandungan alkohol 60 persen,”.

Peraturan kewajiban masyarakat untuk menjalankan phsycal distancing diakibatkan karena naiknya jumlah pasien positif corona dan ODP serta PDP di Indonesia. Akibatnya masyarakat akan merasa kerepotan untuk melakukan kegiatan sehari-hari termasuk untuk membeli makanan. Sehingga ojek online menjadi pilihan alternatif masyarakat untuk tetap bisa membeli makanan tanpa keluar rumah.

Hal ini diakui oleh Wisnu, salah seorang driver ojek online yang menyatakan bahwa orderan yang diterimanya mayoritas pesan makan dan antar barang.

“Orderan saya sekarang sepi karena orang-orang takut keluar rumah, sekarang ini banyakan dapet order makan sama pengiriman barang saja,” ujar Wisnu.

Tetap bekerja di tengah wabah virus COVID-19. Wisnu menyadari betapa rentannya tangan menjadi agen penularan virus saat menjalankan pekerjaanya. Hal itu membuat driver ojol ini memiliki persiapan khusus.

“Saya usahakan sering cuci tangan dan saya juga bawa hand sanitizer supaya tangan saya selalu bersih.” tambah wisnu.

Mengenai penularan COVID-19, Dila salah satu pengguna layanan ojek online menyatakan sama sekali tidak takut untuk tetap menggunakan layanan ojek online.

“Kalau memang mau phsycal distancing ya tinggal taruh aja makanannya di luar nanti kita bayarnya pakai e-Payment.” ujarnya.

Dila juga menganggap bahwa kebersihan diri sendiri merupakan salah satu kunci dalam menjaga tubuh agar tidak sakit terutama terhindar dari penularan COVID-19.

“Rasa khawatir pasti ada, tapi saya tetap berpikir positif sama selalu menjaga diri sendiri seperti sehabis ambil makanan saya lalu mencuci tangan dengan sabun.”