//Peduli COVID-19 : Lumintu Berikan Layanan Iklan Gratis untuk UMKM

Peduli COVID-19 : Lumintu Berikan Layanan Iklan Gratis untuk UMKM

Syarat dan ketentuan layanan iklan gratis untuk UMKM. (Sumber : instagram.com/lumintuproject__)

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa wabah virus COVID-19 sudah menjadi situasi darurat nasional. Upaya yang dilakukan untuk mencegah meluasnya penjangkitan, pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di Jawa Timur sendiri, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur akan mulai berlaku pada 28 April 2020. Penerapan PSBB guna mencegah penyebaran virus COVID-19 itu akan berlangsung selama 14 hari ke depan dan berakhir pada 11 Mei 2020, sebagaimana dikutip Antaranews.com.

Hal ini tentu berimbas terhadap sektor perekonomian, khususnya bagi para pekerja di sektor informal yang umumnya memiliki pendapatan berbasis harian. UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) merupakan salah satu dari banyak pihak yang merasakan dampak negatif dari wabah COVID-19.

Sektor UMKM Indonesia semakin hari semakin resah diakibatkan omzet yang dihasilkan semakin menurun akibat dampak dari pandemi COVID-19. UMKM yang dimaksud adalah pedagang asongan, warung makan, warung kopi hingga pedagang yang biasa berjualan di pasar.

Analisis Media Sosial berbasis big data mengenai kedai kopi. (Sumber : facebook.com/irwandwi.arianto)

Pada masa COVID-19 ini sektor UMKM dituntut untuk bertindak kreatif, tidak hanya menunggu pembeli datang ke tempat seperti biasanya. Misalnya pada kasus UMKM Kedai Kopi dapat dilihat dari analisis big data (ASIGTA) yang telah dilakukan oleh Irwan Dwi Arianto selaku dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur pada 22 Maret 2020 lalu.

Melalui postingan Facebooknya, ia menggambarkan bagaimana netizen dalam komunikasi interpersonal termediasi melakukan pembicaraan tentang kopi saat pandemic COVID-19. Terlebih antusiasme masyarakat Indonesia tentang kopi sangat tinggi, namun kondisi saat ini mengharuskan untuk menghindari nongkrong bersama. Hal ini menjadi tantangan bagi UMKM Kedai Kopi.

“Masalah adalah berkah yang tertutup tabir, buka tabir dengan ilmu pengetahuan, bagaimana merubah masalah menjadi berkah.” ujar Irwan pada postingan Facebooknya.

Ada berbagai macam solusi untuk mengatasi permasalahan UMKM pada masa COVID-19, salah satunya adalah menambah sistem penjualan menjadi online. Hal ini dilakukan untuk menambah minat konsumen, selain itu jika menggunakan sistem penjualan online bisa menggunakan iklan untuk menarik minat pembeli.

Lumintu Project hadir di tengah masyarakat terutama pada sektor UMKM Jawa Timur pada masa pandemi COVID-19. Lumintu memberikan layanan iklan gratis kepada UMKM di bidang makanan dan minuman selama masa pandemi  ini.

“Saling membantu, saling menguatkan. Kami sadar pandemi COVID-19 ini tentu berdampak untuk banyak sektor, terutama pada sektor UMKM. Dengan projek iklan gratis ini, kami harap bisa membantu para UMKM Jawa Timur khususnya yang bergerak pada bidang makanan dan minuman. Terlebih kami yakin dengan kekuatan media sosial saat ini dapat membantu penjualan UMKM.” ujar Dewi selaku verifikator Lumintu Project.

Lumintu Project merupakan Gerakan Sosial yang terbentuk pada tanggal 9 April 2020. Gerakan ini terbentuk atas kepedulian terhadap UMKM yang terkena dampak COVID-19. Kegiatan yang dilakukan Lumintu yakni membuat desain hingga mempromosikan produk UMKM Jawa Timur tanpa dipungut biaya sedikitpun.

Contoh layanan iklan makanan dan minuman gratis di Lumintu Projects. (Sumber : Lumintu Project)

“Kegiatan kami yakni membantu para UMKM mulai dari desain hingga promosi tanpa di pungut biaya sedikitpun. Kami membantu mempromosikan melalui media sosial, seperti yang kita tahu media sosial memiliki pengaruh yang besar saat ini.” ujar Dewi.

“Ruang lingkup kami UMKM makanan dan minuman di Jawa Timur. Untuk saat ini klien kami kebanyakan dari Pasuruan, Nganjuk, Bojonegoro, Lamongan, Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Walau begitu, karena kekuatan media sosial sangat kuat, seringkali kami di hubungi UMKM asal Jogja, Bandung, hingga Jakarta. Namun kami selalu memberi tahu untuk saat ini kami masih fokus wilayah Jawa Timur.” lanjut Dewi selaku verifikator Lumintu.

Untuk pengiklanan, Lumintu tidak memberikan syarat khusus untuk para UMKM. Hanya saja UMKM yang diambil hanya yang bergerak bidang makanan dan minuman serta masih pada area Jawa Timur.

Pada masa COVID-19 ini Lumintu juga memberlakukan Work From House (WFH), jadi semua layanan Lumintu juga dengan system online. Para pelaku usaha hanya perlu mendaftar dan mengirimkan gambar produk.

“Kami tidak memberikan syarat khusus kepada para UMKM, hanya saja syaratnya UMKM tersebut berada di wilayah Jawa Timur dan bergerak pada bidang makanan dan minuman. Namun kami juga lebih mengutamakan UMKM yang memiliki usaha sendiri, bukan reseller. Nantinya mereka hanya perlu mendaftar lalu mengirimkan foto produk untuk kami desain dan promosikan.” ungkap Dewi.

Gambar sebelum dan sesudah proses editing (Sumber : Lumintu Project )

Lumintu berharap kegiatan yang dilakukan saat ini dapat menginspirasi orang lain untuk ikut membantu dan peduli terhadap orang-orang yang terkena dampak COVID-19.

“Kami berharap kegiatan yang kami lakukan saat ini dapat ditiru oleh lainnya. Karena bantuan itu tidak serta merta selalu dengan uang. Misalnya kami, karena kami rata-rata mahasiswa maka kami belum mampu membantu dengan uang. Tapi kami siap membantu dengan tenaga, dengan kemampuan yang kami miliki kami siap membantu UMKM untuk mempromosikan produk mereka.”  ucap Dewi.