//PSBB Hari Pertama, Bundaran Waru Dipenuhi Kendaraan
PSBB Hari Pertama, Bundaran Waru Dipenuhi Kendaraan

PSBB Hari Pertama, Bundaran Waru Dipenuhi Kendaraan

Source: memorandum

Surabaya, Aktual.id – Pembatasan Sosial Berskala Besar mulai berlaku di Surabaya hari ini. Pintu masuk Surabaya dari arah Sidoarjo tepatnya daerah Bunderan Waru dipadati ribuan kendaraan. Rata-rata pengemudi adalah kendaraan roda dua dengan plat nomor L,W dan luar Surabaya.

Penerapan PSBB ini berlaku selama 24 jam dan dibagi dengan tiga shift. Waktu yang terberat adalah pagi hari, karena petugas harus memeriksa ribuan kendaraan yang hendak masuk ke wilayah Surabaya. Pengendara yang kedapatan tidak sesuai alamat akan dialihkan putar balik dan dilarang memasuki wilayah Surabaya.

Dikutip dari news.detik, Saat memasuki Bundaran Waru, petugas gabungan dari Dishub, Kepolisian, Satpol PP hingga Polisi Militer (PM) memeriksa identitas, kelengkapan kendaraan, dan surat tugas pengguna jalan. Jika pengendara yang tak memiliki keperluan penting akan diarahkan putar balik dan dilarang masuk Surabaya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Irvan Wahyudrajad mengatakan di hari pertama pemberlakuan PSBB masih banyak pengendara, baik pelat L, W, dan pelat lainnya yang tak mematuhi poin-poin PSBB. Menurut Irvan, di hari pertama PSBB ini mungkin pengendara menganggapnya seperti hari biasa, padahal pintu masuk sudah dijaga ketat.

“Mungkin besok sudah ada yang tahu, besok mungkin berkurang (pengendara),” kata Irvan di pintu masuk Bunderan Waru, Selasa (28/4/2020).

Tak hanya di Bunderan Waru, selama pelaksanaan PSBB ini, Polrestabes Surabaya akan menyiagakan 17 pos cek poin sebagai protokol pencegahan Covid-19 di wilayahnya. Dari 17 cek poin tersebut, 14 pos di antaranya berada di wilayah Polrestabes Surabaya dan tiga lainnya berada di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya, Kompol Teddy Chandra mengungkapkan, beberapa lokasi cek poin yang lokasinya terletak di perbatasan antara wilayah yang berhubungan langsung dengan teritorial Kota Surabaya, dinilai strategis dalam menerapkan mekanisme PSBB.

Nanda, seorang karyawan bank di jemursari mengaku kaget. Ia mengatakan kemacetan dimulai sejak pukul 07.30 WIB. Dari arah terminal Purabaya, Nanda sudah mengira bahwa kemacetan tersebut adalah dampak dari pemeriksaan PSBB Surabaya Raya.

“Saya sudah ngira sih mas, itu kok muacet gak seperti biasanya, biasanya saya jam segini masih longgar jalannya, hampir satu jam saya terjebak di situ, untung tadi saya nggak telat masuk kerja,”. Ujarnya waktu diwawancarai oleh tim aktual pada (28/04/2020).