//Pengelolaan Interaksi Adalah Kunci Pembelajaran Online
Pengelolaan Interaksi Adalah Kunci Pembelajaran Online

Pengelolaan Interaksi Adalah Kunci Pembelajaran Online

JawaPos.com – Sampai saat ini belum ada tanda-tanda kapan proses pembelajaran kembali normal di sekolah atau kampus. Dengan demikian pembelajaran online dari rumah masih akan terus dikerjakan. Salah satu kunci pembelajaran online itu adalah mengelola interaksi peserta didik dengan pendidik.

Direktur Pendidikan Dasar Tanoto Foundation M. Ari Widowati mengatakan mereka bekerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk pelatihan pembelajaran online. Program pelatihan bertajuk pengembangan inovasi untuk kualitas pembelajaran (Pintar) itu diikuti oleh 35 orang dosen UNY. Mereka berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosia, Fakultas MIPA, serta Fakultas Bahasa dan Sastra.

Pelatihan tersebut digelar 16-19 Mei lalu. ’’Pelatihan ini menekankan tentang penguatan pembelajaran aktif dan budaya baca,’’ kata Ari Widowati Rabu (20/5). Dia menjelaskan setiap segmen pelatihan terbagi dari unit-unit untuk pembelajaran atau perkuliahan aktif. Kemudian membuat Lembaga kerja yang berbasis higher order thinking and skill (HOTS).

Lalu ada materi pelatihan mengelola lingkungan pembelajaran yang edektif dan mengembangkan budaya baca di lingkungan perkuliahan. Dengan setumpuk materi tersebut diharapkan pembelajaran online bisa berjalan dengan baik. Diantaranya adalah dapat membangun interaksi selama proses pembelajaran. ’’Yang menarik adalah pelatihan ini dilakukan secara online dan offline. Materi-mater itu dibahas dan dikembangkan peserta selama empat hari pelatihan,’’ jelasnya.

Ari Widowatu menjelaskan modul pelatihan diantaranya memuat materi pelajaran Pancasila. Ari mengatakan ada beberapa kemampuan dan kompetensi pelajaran Pancasila. Seperti berpikir kritis, mandiri, berakhlak, kebhinekaan, gotong royong, dan kreatifitas. ’’Gotong royong, misalnya, diwujudkan dalam kemampuan kolaborasi, empati, tidak ada satu pekerjaan di dunia ini yang solo,’’ jelasnya.

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan UNY Dr. rer. nat. Senam menuturkan pelatihan yang berkolaborasi dengan Tanoto Foundation itu mengadaptasi pola pembelajaran yang berubah seiring dengan adanya wabah Covid-19. Adaptasi dilakukan dengan cara menyesuaikan model pelatihan yang sebelumnya berbentuk tatap muka menjadi pelatihan online atau dalam jaringan (daring).

Senam mengatakan selama pandemi Covid-19 ini, UNY terus mengembangkan berbagai model perkuliahan online atau jarak jauh. Mulai dari penyediaan fasilitas yang melekat di website kampus. Kemudian pengintegrasian model perkuliahan yang awalnya campuran (blended) learning yaitu 50 persen online dan 50 persen tatap muka, menjadi berbasis online seluruhnya.

Saksikan video menarik berikut ini: