//Dampingi Anak Sekolah dari Rumah, Orang Tua Jadi Ikut Belajar
Dampingi Anak Sekolah dari Rumah, Orang Tua Jadi Ikut Belajar

Dampingi Anak Sekolah dari Rumah, Orang Tua Jadi Ikut Belajar

JawaPos.com – Tidak semua orang tua mengeluh saat harus mendampingi anaknya belajar di rumah. Sebaliknya, di tengah wabah Covid-19 yang belum reda, banyak orang tua yang antusias mendampingi sang buah hati belajar dari rumah.

Kondisi itu disampaikan oleh Guru besar Universitas Syah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Prof Dr Fitri Arnia. Dia mengatakan, orang tua bersemangat mendampingi anak-anak mereka belajar dari rumah. “Orang tua juga mengusahakan lingkungan belajar di rumah yang ramah untuk anak anaknya,” kata Fitri Arnia di sela-sela Virtual Graduation Class 2020 Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School, Sabtu (30/5).

Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School sengaja menggelar acara wisuda atau kelulusan secara virtual, karena masih dalam masa pandemi Covid-19. Dalam wisuda itu Fitri Arnia mewakili unsur orang tua memberikan sambutan. Ada 29 siswa SD, 35 siswa SMP, dan 35 siswa SMA yang diwisuda.

“Seperti kita ketehui hampir tiga bulan ini kita dipaksa di kondisi berbeda dan penuh tantangan,” jelasnya. Wabah Covid-19 telah mengubah tatanan normal di semua lini kehidupan. Termasuk di dunia pendidikan. Menurut dia untuk tetap menjalankan proses pembelajaran, para guru tetap bekerja keras. Seperti membut platform untuk mendukung pembelajaran secara online.

Dia menjelaskan, orang tua bersemangat mendampingi anak-anaknya belajar di rumah. Kemudian mengusahakan lingkungan belajar yang ramah di rumah. “Orang tua juga ikut belajar kembali,” katanya.

Dia mengakui untuk sebagian orang tua, kondisi itu tidak mudah. Secara pribadi Fitri memberikan apresiasi ikhtiar jajaran sekolah Teuku Nyak Arif Fatih dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh.

Kepala SD Teuku Nyak Arif Fatih Maelani mewakili dewan guru menyampaikan rasa bangsa kepada anak-anak yang diwisuda. Dia berharap anak-anak terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. ’’Jangan merasa bangga dengan predikat yang sudah diraih,’’ jelasnya.

Mewakili para guru dia menyampaikan permohonan maaf. ’’Mungkin kami dinilai keras. Ini bukan wujud kebencian atau rasa tidak suka kepada kalian,’’ katanya. Tetapi justru dilakukan demi pendidikan semua siswa. Dia berpesan kepada para siswa jangan sampai terseret ke pergaulan yang tidak baik.

Kepala SMP-SMA Teuku Nyak Arif Fatih Anaz Azhar mengingatkan bahwa kelulusan ini bukan berarti pendidikan sudah selesai. Kepada para siswa yang diwisuda dia berpesan supaya memiliki semangat membantu orang lain. ’’Sebagaimana misi sekolah,’’ katanya. Anaz menuturkan misi sekolah adalah menghendaki semua menjadi bagian tidak terpisahkan dari masyarakat.

Saksikan video menarik berikut ini: