//IPB Tetapkan Perkuliahan Daring pada Semester Ganjil
IPB Tetapkan Perkuliahan Daring pada Semester Ganjil

IPB Tetapkan Perkuliahan Daring pada Semester Ganjil

Selama pandemi dan transisi, perkuliahan semester 1, 3 dan 5 akan dilaksanakan daring

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — IPB University menetapkan kebijakan penyelenggaraan perkuliahan daring dalam Semester Ganjil Tahun Ajaran 2020/2021. Hal ini disebabkan kondisi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih berlangsung dan belum dapat dipastikan masa berakhirnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Drajat Martianto mengatakan, kebijakan ini dikeluarkan IPB University dengan mempertimbangkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Selain itu juga Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) RI tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru.

Terkait penyelenggaraan kegiatan akademik program sarjana selama masa pandemi dan transisi menuju kenormalan baru, perkuliahan semester 1, 3 dan 5 akan dilaksanakan secara daring. Demikian juga perkuliahan dan praktikum program vokasi, magister dan doktor dilaksanakan secara daring.

Sementara untuk program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Profesi Dietisien dan Profesi Insinyur menurutnya perkuliahan dapat dilakukan secara tatap muka mulai 31 Agustus 2020. Tentunya, kata dia dengan mengikuti protokol/panduan pencegahan Covid-19 yang ditetapkan oleh Tim Crisis Center IPB University.

“Untuk program studi Pascasarjana khususnya semester 2-3 (program magister) atau setelahnya, dan semester 4-5 atau setelahnya yang masih mengambil kuliah (Program Doktor), yang memerlukan pertemuan tatap muka kegiatan praktikum/peningkatan keahlian setelah UTS berakhir, dapat melaksanakannya dengan ketentuan mengikuti protokol pencegahan Covid-19 yang berlaku,” kata Drajat menambahkan.

Pada program studi sarjana tertentu, perkuliahan semester 7 dilakukan secara daring hingga UTS berakhir. Setelah UTS dapat dilakukan secara tatap muka dengan kegiatan prioritas berupa praktikum, penelitian laboratorium atau pelatihan keahlian tertentu sesuai tujuan pembelajaran dari kurikulum masing-masing program studi.