//Kampus Diharapkan Dapat Cetak Lulusan Bertalenta Hadapi Era Disrupsi

Kampus Diharapkan Dapat Cetak Lulusan Bertalenta Hadapi Era Disrupsi

JawaPos.com – Pada era disrupsi seperti saat ini, setiap individu harus lebih adaptif dan siap menghadapi perubahan zaman. Kondisi ini pun secara tidak langsung menuntut lulusan perguruan tinggi untuk memiliki talenta dan kreativitas tinggi.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam mengatakan bahwa kemampuan untuk berpikir dan bekerja lintas disiplin ilmu pun sangat menentukan masa depan lulusan perguruan tinggi.
Nizam mencontohkan seorang sarjana teknik misalnya, juga dituntut untuk mampu memahami ilmu ekonomi, komunikasi, antropologi atau berbagai disiplin ilmu lainnya sesuai dengan minat dan rancangan masa depannya.
Lebih lanjut Nizam menjelaskan bahwa saat ini perkembangan teknologi begitu pesat. Penemuan teknologi-teknologi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya pun bermunculan dari waktu ke waktu.
“Teknologi ini mengubah pola interaksi dan pola bekerja manusia. Kondisi disrupsi ini diperkirakan akan memunculkan lapangan-lapangan pekerjaan baru yang belum pernah ada sebelumnya,” tutur dia melalui keterangan resmi, Sabtu (20/6).
Maka dari itu, perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan ini. Jika tidak, kampus akan ditinggalkan oleh mahasiswanya.
“Perguruan tinggi harus berani mendisrupsi diri dan merubah mindset bahwa kampus merupakan transisi dari masa pendidikan menuju dunia kerja atau profesi yang masing-masing individu berbeda dalam merencanakan masa depannya. Pola inilah yang didorong pemerintah melalui kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka,” jelas Nizam.
Dia juga menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan prioritas pembangunan nasional 5 tahun mendatang. Kunci untuk mewujudkan Indonesia yang maju adalah sumberdaya manusia yang unggul, kompetitif dan berdaya saing. Untuk itu Nizam berharap perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang kreatif, inovatif namun tetap menjunjung nilai-nilai karakter kebangsaan.