//SMA Bina Insani Gelar Studium Generale Spirit of Qurban
SMA Bina Insani Gelar Studium Generale Spirit of Qurban

SMA Bina Insani Gelar Studium Generale Spirit of Qurban

Paling tidak, ada empat hikmah yang bisa dipetik dari kurban atau udhiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR —  SMA Bosowa Bina Insani Bogor menggelar Studium Generale Spirit of Qurban dengan tema “Hadirkan Sejuta Hikmah dengan Qurban”.  Acara ini digelar secara online, Kamis (30/7) yang bertepatan dengan 09 Dzulhijjah 141 H, dan diikuti oleh seluruh civitas academica SMA Bosowa Bina Insani. 

“Studium generale ini   merupakan bagian dari layanan pembelajaran Islamic Studies,” kata Kepala SMA Bosowa Bina Insani (BBI)  Dedi Supriyadi saat membuka acara tersebut seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Pada kesempatan itu, Dedi menguraikan empat  hikmah yang bisa dipetik dari kisah teladan Nabi Ibrahim as dan putra kesayangannya,  Nabi Ismail as. Pertama, mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada yang lain. 

Kedua, kurban itu menyembelih hewan. “Dikandung maksud agar kita memberangus   atau menghilangkan nafsu hewaniah,” ujarnya.

Ketiga, mendidik jiwa kita agar ikhlas dalam beramal,. “Sedangkan yang keempat adalah   mendidik kita agar senang berbagi,” tuturnya.

Dedi juga menyampaikan bahwa tahun ini SMA BBI tidak menyelenggarakan kegiatan pemotongan hewan kurban di sekolah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Hal itu  mengingat kondisi pandemi Covid-19.  Tetapi Dedi berharap bahwa para siswa dapat menunaikan sholat Iedul Adha di tempat ibadah kediaman masing-masing dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan.

Pada kesempatan ini panitia mengundang nara sumber  Ustadz Abdul Malik, dari Sukabumi.  Abdul Malik mengetengahkan,  kisah persembahan, pengorbanan atau kurban bermula dari Nabi Adam as.

“Seperti kita maklumi bersama bahwa Nabi Adam mengalami dilema. Dua putranya, Qabil dan Habil,  ingin menikahi saudara perempuan mereka,  Iklimiya. Sehingga,  Nabi Adam meminta petunjuk kepada Allah agar bisa mengambil keputusan secara adil, siapa diantara Qabil dan Habil yang berhak memperistri Iklimiya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Allah memberi petunjuk agar mereka memberikan pengorbanan dari harta terbaiknya yang mereka miliki. Habil yang seorang peternak memberikan pengorbanan terbaiknya, sementara Qabil yang seorang petani memberikan pengorbanan ala kadarnya. Walhasil Allah menerima pengorbanan Habil, dan tidak menerima pengorbanan Qabil. Menghadapi keputusan ini Qabil tidak terima sehingga melampiaskannya dengan membunuh Habil. Peristiwa ini kemudian diyakini sebagai peristiwa pembunuhan yang pertama kali terjadi di muka bumi ini. (Kisah ini diabadikan dalam AlQuran Surat Almaidah 27-29).”

“Yang masyhur kita ketahui adalah kurban yang dilakukan oleh Abul Anbiyaa Nabi Ibrahim a.s. yang kemudian disyariatkan kepada ummat Nabi Muhammad SAW,” tutur  Abdul Malik.

Ia lalu menyebut empat hikmah yang bisa dipetik dari kurban atau udhiyah. Yaitu,   bersyukur atas anugerah yang diberikan Allah. Kemudian, bersabar, menahahan hawa nafsu. 

“Selanjutnya, keluarga Nabi Ibrahim adalah kelurga teladan. Tidak kalah  pentingnya adalah memilih jadi pemberi daripada penerima pemberian (tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah),” pungkas Abdul Malik.

Irsyad,  penanggung jawab acara stadium generale  menyampaikan,  acara  tersebut bertujuan  menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H, juga sebagai media untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga sekolah dan sekitarnya. “Tidak kalah pentingnya adalah media untuk menumbuhkan rasa peduli sesama warga sekolah dan masyarakat lingkungan sekolah,” kata Irsyad.

TAGS: