//Andai Sistem Zonasi Konsisten, PJJ Daring Akan Mudah Teratasi

Andai Sistem Zonasi Konsisten, PJJ Daring Akan Mudah Teratasi

JawaPos.com – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti meminta agar sistem jalur zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dapat dilakukan secara konsisten. Pasalnya, sebelumnya terdapat perubahan kuota zonasi, dari yang sebelumnya 80 persen menjadi 50 persen.

“Pemerintah pusat harus konsisten menerapkan aturan zonasi dan tidak mencampuradukkan ke faktor lain, seperti nilai, tingkat ekonomi. Sudah ada jalur lain kan untuk mengakomodir hal itu,” ungkapnya dalam Rakornas PPDB Tahun 2020 secara virtual, Rabu (5/8).

Perlu adanya evaluasi dalam pelaksanaan sistem zonasi agar pemerataan pendidikan terlaksana. Sebab, sistem ini akan berdampak sangat baik untuk menciptakan akses atas hak pendidikan anak.

“Mendekatkan lingkungan sekolah dan peserta didik, sistem ini dapat menghapus paradigma (sekolah) unggulan yang selama bertahun-tahun menciptakan kesenjangan pelayanan pendidikan,” terang dia.

Kemudian, Retno meminta agar pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk mengawasi dinas pendidikan (Disdik) agar tidak ada penurunan kuota zonasi. Di mana diketahui bahwa saat ini kuota zonasi sebesar 50 persen dan tercantum dalam Permendikbud 44/2019.

“Ada yang nggak bikin juknis, ini kan menjadi sulit, yang terjadi ada jual beli kursi karena tidak ada juknis, cuma ada jarak ada,” jelasnya.

Kata dia, seandainya saja sistem zonasi ini diterapkan dalam tiga tahun terakhir, permasalahan pembelajaran jarak jauh (PJJ) tentunya akan lebih mudah diatasi. Sebab, bagi anak yang tidak memiliki perangkat untuk belajar online, dapat mengunjungi rumah teman satu kelasnya untuk belajar bersama, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Bisa saling tolong menolong, bahkan bisa belajar secara bergantian dengan jaga jarak dalam jumlah kecil menggunakan fasilitas sekolah, bisa meminjamkan laptop, ini kan sesuatu yang baik, andaikan saja anak sudah terpetakan dengan sistem zonasi dan deket sekolah, maka pandemi ini akan mudah,” tutup dia.