//Diikuti 15 Negara, Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi CEI 2020

Diikuti 15 Negara, Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi CEI 2020

JawaPos.com – Caretakers of the Environment International (CEI) yang merupakan organisasi nirlaba jaringan guru dan siswa sekolah untuk pendidikan lingkungan hidup, bakal menyelenggarakan konferensi internasional ke-34. Indonesia akan menjadi acara yang yang berlangsung 27 September-3 Oktober 2020 secara virtual.

“Tahun ini kita mendapat kehormatan menjadi tuan rumah. Karena sebelumnya sudah diputuskan dalam konferensi CEI di Turki pada 2019,” kata Koordinator Konferensi dari CEI Indonesia Khaira Fitmi dalam konferensi pers virtual yang dipantau dari Jakarta, Rabu (23/9).

Acara yang setiap tahunnya digelar secara langsung ini, terpaksa harus diadakan secara online (daring), hal ini karena pandemi Covid-19. Ada 15 negara yang berpartisipasi dalam acara ini, antara lain diikuti oleh sekolah-sekolah dari Swedia, Amerika Serikat, Turki, Hong Kong, Rusia, Polandia, Kosta Rika, dan Meksiko.

Tercatat, ada sekitar 250 siswa dan guru dari sekolah menengah akan mengikuti konferensi tersebut dan mempresentasikan penelitian lingkungan hidup yang telah mereka lakukan. Para peserta juga akan berdiskusi serta memberikan rekomendasi langkah-langkah untuk menjaga bumi.

Diketahui, beberapa inovasi dan proyek yang dipresentasikan, antara lain siswa dari Rusia akan menjelaskan soal proyek lingkungan yang dilakukan di sekolahnya. Sementara siswa dari Meksiko akan mempresentasikan pembuatan paving blok ramah lingkungan.

Tidak ketinggalan juga para siswa dari Indonesia yang bakal menampilkan salah satu karya di bidang lingkungan hidup, seperti pembuatan alat penyedot sampah.

Dalam rangkaian konferensi tersebut juga akan dihadirkan pembicara dari perwakilan UNESCO yang juga salah seorang dari tiga pendiri CEI Prof. Arjen Wals yang akan membagikan konsep kesinambungan and pendidikan. Sementara dari Indonesia akan hadir, antara lain Butet Manurung yang akan bercerita tentang Sokola Rimba.

Konferensi internasional tersebut dimotori oleh guru-guru dari Jaringan Sekolah Alam Nusantara, antara lain, AB Home, Sekolah Citra Alam, Sekolah Alam Indonesia, Sekolah Alam Bogor, Sekolah Alam Medan, Sekolah Alam Bengkulu, Sekolah Alam Depok, Pandu Pertiwi dan alumni CEI.

Selain itu, juga didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Microsoft Indonesia, Saung Palakali dan iCanStudioLive (iCSL).

Sementara itu, Secretary of the CEI International Board Anne Borg mengatakan, konferensi CEI bertujuan agar peserta dapat melihat kondisi dari permasalahan lingkungan hidup dan solusinya secara nyata.

Meski dalam situasi pandemi yang membuat konferensi CEI diubah formatnya menjadi online, aktivis lingkungan dan pendidikan asal Skotlandia itu yakin para peserta akan tetap mendapatkan pengalaman berharga.

“Mereka akan bertemu orang-orang dari seluruh dunia, mereka juga melihat bagaimana solusi lingkungan hidup berbeda satu negara dengan lainnya dan juga mendapatkan kesempatan bertemu para pemuda dari seluruh dunia,” tutur Anne.