//Berdasar Survei, Dosen UNJ Sebut Siswa Stres Hadapi Pandemi Covid-19
Berdasar Survei, Dosen UNJ Sebut Siswa Stres Hadapi Pandemi Covid-19

Berdasar Survei, Dosen UNJ Sebut Siswa Stres Hadapi Pandemi Covid-19

JawaPos.com – Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dr Liliana Muliastuti mengungkapkan sebuah survei yang menyebutkan siswa mengalami stres tinggi menghadapi pandemi Covid-19. Berdasar itu, dia berharap para guru menghadirkan pembelajaran jarak jauh yang menyenangkan agar siswa tidak semakin stres.

Hal tersebut disampaikan Dr Liliana di tengah paparan program Festival Sains dan Budaya (FSB) 2021 secara virtual di Jakarta, Sabtu (17/10). Festival tersebut menggabungkan kompetisi tahunan Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) dan Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI).

Liliana yang juga presiden OSEBI mengatakan di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, para guru mulai menyiasati supaya pembelajaran tetap menyenangkan. “Bagaimana caranya pembelajaran tetap mengakomodasi kreativitas siswa. Supaya siswa tidak stres tingkat tinggi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan berdasarkan sebuah penelitian, siswa mengalami stres tingkat tinggi selama pandemi ini. Pemicunya di antaranya adalah berada di dalam rumah selama berjam-jam, terkungkung dengan perangkat gawai, kemudian tidak ada komunikasi atau interaksi dengan kawan sebayanya.

Padahal pada masa anak-anak itu, interaksi sosial dengan cara tatap muka sangat penting. “Tatap muka bisa diganti dengan tatap maya. Tetapi interaksi sosial tidak bisa tergantikan,” tuturnya.

Dia berharap kompetisi sains atau seni budaya bisa menjadi sarana bagi siswa untuk tetap berinteraksi. Meski kompetisi itu diselenggarakan secara online untuk mematuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, Presiden ISPO sekaligus dosen Universitas Indonesia (UI) Prof Riri Fitri Sari optimistis pembelajaran online tidak membuat prestasi siswa menurun. Di tengah pandemi seperti ini, dia mengatakan siswa lebih bisa fokus belajar di rumah. “Misalnya belajar berbasis proyek atau project base learning,” katanya.

Dia menjelaskan dengan menjalankan pembelajaran online atau jarak jauh, guru tetap bisa mendampingi siswa mengerjakan proyeknya. Riri mengatakan kompetisi sains di ISPO digelar dengan cara berbasis proyek atau karya. Dia berharap siswa tetap bisa terus termotivasi untuk belajar dan berinovasi sesuai bakat serta minatnya.

Ketua Panitia FSB 2021, Dwi Prajitno Wibowo mengatakan puncak acara digelar 19-21 Februari tahun depan. Penyelenggaraan FSB 2021 digelar secara online. “Kita tidak tahu kapan pandemi Covid-19 berakhir,” jelasnya. Dwi mengatakan pendaftaran sudah dibuka mulai awal Oktober lalu sampai 28 November mendatang.

Saksikan video menarik berikut ini: