//Sebelum PTM, Sekolah Sebaiknya Lakukan Uji Coba untuk Petakan Masalah

Sebelum PTM, Sekolah Sebaiknya Lakukan Uji Coba untuk Petakan Masalah

JawaPos.com – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) langsung setelah diizinkan oleh pemerintah daerah (pemda), sebaiknya dilakukan uji coba terlebih dahulu.

Kata dia, hal ini perlu dilakukan untuk pemetaan permasalahan yang akan dihadapi ketika menerapkan PTM dengan adaptasi kebiasaan baru. Dengan begitu, ancaman penyebaran virus di lingkungan sekolah bisa diminimalisir karena mengetahui letak masalah dan bisa diperkuat.

’’Yang Januari buka, itu dia harus uji coba dulu, karena kalau tidak pernah ujicoba ya nggak pernah terbayang apa masalahnya. Merasa sudah siap padahal nggak,’’ ungkapnya dalam Rakornas Pembukaan Sekolah Pada Masa Pandemi Covid-19 secara virtual, Senin (30/11).

Sekolah dalam hal ini harus betul-betul siap untuk menjalankan PTM dengan ancaman risiko penularan seminim mungkin. Jangan membuka sekolah hanya dengan dasar seperti membuka kapasitas kelas hanya 50 persen, menurutnya itu tidak cukup aman bagi warga pendidikan.

’’Buka kelas dengan setengah saja dan anak pakai masker, bukan itu saja. Jadi uji coba dulu, kalau uji coba kami sarankan tidak setengah (kapasitas dalam kelas), tapi seperempat murid, jadi kalau muridnya 36 ya mulailah dengan 9. Kita harus mendidik anak ini untuk patuh protokol kesehatan,’’ ujar dia.

Lalu, yang menjalankan uji coba terlebih dulu adalah kelas yang tingkatannya lebih tinggi, di sini mereka akan berperan sebagai contoh untuk tingkatan kelas di bawahnya. Namun, jika pelaksanaan protokol kesehatan tidak baik, sekolah disarankan untuk tidak melakukan PTM.

’’Akan jadi contoh bagi kelas di bawahnya. selagi kelas atas belum patuh, jangan buka kelas di bawahnya,’’ terang dia. Begitu juga apabila gurunya tidak bisa menjadi contoh teladan patuh protokol kesehatan. Sebab, anak murid akan meniru perilaku guru tersebut dan menyepelekan protokol kesehatan. Di saat bapak ibu guru tidak bisa memberikan contoh, maka anak muridnya juga melakukan hal yang sama. Jadi kita itu model bagi anak-anak kita,’’ terang Retno. (*)

Saksikan video menarik berikut ini: