//Teliti Larva Bandeng, Murid MAN 1 Kudus Juara Olimpiade Sains Nasional
Teliti Larva Bandeng, Murid MAN 1 Kudus Juara Olimpiade Sains Nasional

Teliti Larva Bandeng, Murid MAN 1 Kudus Juara Olimpiade Sains Nasional

JawaPos.com – Tantangan para petani bandeng diantaranya adalah kesehatan sejak bandeng berupa larva. Semakin bagus dan sehat larva bandeng, maka produktivitasnya semakin tinggi.

Fidia Aulia Nafis dan Nadya Insyafana Rahma dari MAN 1 Kudus tergerak meneliti larva bandeng dan akhirnya meraih medali emas dalam Indonesia Sains Project Olympiad (ISPO) 2021.

Keduanya mengaku tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia saat namanya diumumkan sebagai pemenang. Panitia ISPO 2020 mengumumkan hasil perlombaan Minggu (21/2) kemarin. “Kami merasa bangga,” tutur Fidia dalam keterangannya Senin (22/2).

Teliti Larva Bandeng, Murid MAN 1 Kudus Juara Olimpiade Sains Nasional
Fidia Aulia Nafis dan Nadya Insyafana Rahma dari MAN 1 Kudus tergerak meneliti larva bandeng dan akhirnya meraih medali emas dalam Indonesia Sains Project Olympiad (ISPO) 2021.

Fidia menuturkan, lomba yang diikutinya untuk kategori biologi. Judul penelitian mereka adalah Antimycobacterial Agents By Ozone and Silvers Nanoparticles atau disingkat Ambon. Tujuan penelitian tersebut ingin mengetahui efektivitas antimikroba antara ozonisasi dan nanosilver terhadap peningkatan kualitas budidaya larva ikan bandeng.

“Penelitian ini memiliki manfaat untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan bandeng melalui pengamatan media pemeliharaan,” jelasnya.

Fidia dan Nadya berhak mendapatkan hadian uang tunai Rp 4 juta. Selain itu mereka juga direkomendasikan untuk ikut ajang riset internasional Mostratec di Brazil.

Baca Juga: Menag Beri Tanggapan Soal Pelaporan Terhadap Din Syamsuddin

Direktur Kurikulum, Sarana, Kesiswaan, dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar memberikan apresiasi terhadap sejumlah madrasah yang berhasil meraih medali di ajang ISPO tersebut.

“Kalau tujuannya untuk meningkatkan semangat anak-anak untuk berprestasi saya dukung,” jelasnya.

Menurut Umar, saat ini terjadi peningkatan minat sains di kalangan anak-anak madrasah. Dia tidak heran dengan prestasi MAN 1 Kudus, karena anak-anak di madrasah itu memiliki minat tinggi ke sains. Dia menjelaskan Kemenag akan menjadikan sejumlah madrasah menjadi madrasah yang memiliki keunggulan di bidang sains.

Rangkaian kompetisi ISPO juga digelar bersama Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI). Untuk lomba OSEBI perwakilan dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang meraih juara pertama lomba menulis puisi. Kemudian siswa MAN 4 Aceh Besar meraih juara ketiga menulis esai.

Presiden OSEBI yang juga Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta Liliana Muliastuti Proses pembelajaran di sekolah tidak boleh hanya menitikberatkan pada aspek kognitif saja. Menurut dia pembelajaran yang mengasah siswa untuk memahami keindahan melalui seni dan budaya juga penting.

Untuk itu di dalam gelaran Festival Sains dan Budaya (FSB) tidak hanya digelar ISPO untuk bidang sains, tetapi juga ada OSEBI untuk seni dan budaya.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji mengatakan, meskipun saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir, siswa tetap harus berprestasi. Untuk itu dia menyampaikan dukungan adanya perlombaan atau kompetisi siswa meskipun harus digelar secara online.

Menurut Indra, sekolah maupun madrasah saat ini harus menanamkan kompetensi abad 21 ke siswanya. Sehingga para siswa memiliki kemampuan untuk berkreasi atau berinovasi.

“Berbeda dengan angkatan kita, yang dicetak untuk mencari kerja. Sedangkan anak-anak saat ini dicetak untuk menjadi inovator atau pencipta lapangan kerja,” tuturnya.