//UMM Gelar Kuliah Industri Profesional Unggas
UMM Gelar Kuliah Industri Profesional Unggas

UMM Gelar Kuliah Industri Profesional Unggas

Diharapkan agar para mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah industri profesional unggas pada Kamis (4/3). Kegiatan yang bekerja sama dengan PT Jatinom Indah Agri ini diselenggarakan di Aula BAU UMM.

Staf Pengajar FPP UMM Abdul Malik menambahkan, di kegiatan ini mahasiswa akan mendapat pengalaman. Selain itu, juga akan mendapat sertifikat resmi dari PT Jatinom Indah Agri. Hal ini akan menambah nilai plus mahasiswa di mata perusahaan.

Selain manfaat tersebut, PT Jatinom Indah Agri juga menyiapkan beasiswa kepada 10 mahasiswa terbaik yang mengikuti kelas profesi. Lowongan pekerjaan di PT Jatinom Indah Agri juga terbuka lebar untuk para mahasiswa.

Dalam rangka memberikan pengalaman yang nyata, UMM juga telah bekerja sama dengan tiga perusahaan lain. Hal ini diharapkan agar para mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

Menurut Malik, kegiatan ini merupakan suatu program yang sangat prospektif terkait dengan masa depan mahasiswa di bidang kerja. “Semoga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga dapat mahasiswa dapat mengambil kemanfaatan dari mitra kita,” ungkapnya.

Sementara itu, CEO PT Jatinom Indah Agri, Hidayaturrahman mengatakan melalui acara ini para mahasiswa dapat melihat secara nyata bagaimana industri unggas berjalan. Ia juga berharap mahasiswa bisa memberikan kritik dan masukan kepada Jatinom Indah Agri. “Jadi kita sama-sama bisa belajar untuk ke depannya,” kata Dayat.

Para peserta di kegiatan ini merupakan mahasiswa hasil seleksi sesuai nilai, minat dan bakat. Setelah mendapat kelas teori, para mahasiswa akan mulai magang di  PT Jatinom Indah Agri selama enam bulan. Ketika magang nanti, para mahasiswa akan ditempatkan di bidang-bidang yang sesuai dengan keahlian mereka. 

“Ada yang bagian manajemen ada yang di lapangan dan bidang lainnya. Pembagian itu berdasarkan keahlian masing-masing,” ungkapnya dalam pesan resmi yang diterima Republika, Kamis (4/3).