//Bahaya “Cyber Crime” di Media Sosial Facebook
Bahaya “Cyber Crime” di Media Sosial Facebook

Bahaya “Cyber Crime” di Media Sosial Facebook

Media sosial facebook

Ilustrasi Facebook (Pikiran Rakyat.com)

AKTUAL.CO, Surabaya – Belakangan ini, media sosial Facebook ramai dengan adanya beberapa laporan dari penggunanya. Mengenai sebuah notifikasi tag tanpa izin yang mencakup tautan (link) berupa video porno. Hal tersebut dikeluhkan karena sangat mengganggu dan tautan (link) tersebut didapat dari orang yang tidak dikenal pada kolom komentar unggahan pada akun mereka. Hal ini juga yang menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pengguna Facebook. Pasalnya link tersebut bisa membawa phishing (kejahatan online) melalui penyebarannya, dan yang lebih parahnya lagi, digunakan oleh para penjahat siber.

Menurut perusahaan keamanan Kapersky

Adapun salah satu perusahaan keamanan terkemuka yakni, Kapersky. Menjelaskan bahwa laporan yang merujuk tentang adanya pishing dan semacamnya sudah sering terjadi. Bahkan, hal tersebut sudah menjadi “budaya” tersendiri bagi para hacker profesional. Untuk membuat para korbannya merespon konten jahat tersebut, hacker disini berperan leluasa dengan teknik rekayasa sosial. Yang seolah-olah memanipulasi dengan penggunaan psikologi manusia.

“Untuk memikat pengguna agar tidak menaruh curiga terhadap datanya yang telah diekspos, menyebarkan sebuah malware jahat, ataupun dengan memberikan akses jaringan ataupun komputer,” ujar General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara Yeo Siang Tiong, dalam keterangannya, Jumat 23 April 2021.

Yeo sendiri mengungkapkan, bahwa terdapat hal seperti penipuan dan semacamnya dilakukan oleh penjahat. Dengan didasarkan pada manipulasi psikologis melalui pikiran irasional maupun rasional, dengan meyakinkan penggunanya untuk mengambil tindakan diantara kedua hal tersebut secara emosional.

“Sebab keingintahuan lah diantaranya terdapat emosi yang bisa digunakan untuk meyakinkan para netizen yang tidak waspada dan tidak paham akan hal tersebut,” ujar Yeo.

Mengenai hal ini, Yeo juga mengutarakan tentang cara agar memperkuat privasi penggunanya. Hal terpenting adalah penerapan kata sandi yang lebih kuat dari pada sebelumnya, dengan fitur keamanan yang disediakan pihak Facebook. Dari fitur tersebut bisa digunakan untuk melihat atau mengontrol siapa saja yang dapat menandai (tag) dari setiap kiriman dari setiap postingan yang diunggah penggunannya.

Menurut ahli pengamat media sosial

Dalam kasus ini juga, pernyataan serupa diungkapkan oleh ahli pengamat media sosial, Ismail Fahmi. Dimana ia mengatakan bahwa secara tidak sadar, jika pengguna melakukan klik terhadap link yang tidak jelas tersebut yang bisa saja berisikan malware berbahaya. Selanjutnya hal yang dapat terjadi adalah terdapat post atas namanya dan menandainya di kolom komentar kontak yang mungkin disukainya.

“Mungkin sebuah malware juga sudah terdapat data yang terkumpul di dalamnya. Sehingga secara random bisa merugikan, meskipun bukan teman (melakukan tag di komentar),” kata dia.

Pihaknya menyarankan jika pengguna dapat mengamankan akunnya dari bahaya Cyber crime. Terutama dalam media sosial Facebook, dimana pengguna dapat mengecek pengaturan kemanan dari akun mereka. Kemudian juga dengan membatasi akun yang dapat berinteraksi antar sesama. Pihaknya juga menuturkan bahwa selama pengguna tidak melakukan klik pada link yang tidak jelas tersebut, akun media Facebook terjamin masih aman.