//Rektor UNP: Guru Honorer yang Lambat Beradaptasi Jangan Diangkat ASN

Rektor UNP: Guru Honorer yang Lambat Beradaptasi Jangan Diangkat ASN

JawaPos.com – Pemerintah akan melakukan perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru. Perekrutan ini pun dirasa masih belum ketat untuk dapat menghasilkan guru yang berkualitas.

Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Ganefri mengatakan, terutama pada guru honorer di atas 35 tahun. Meski beberapa pihak mendukung guru honorer di atas 35 tahun diberi afirmasi, sebaiknya tetap ada seleksi untuk mereka.

“Karena dari sisi kompetensi lemah, saya kira dari sisi kemampuan kalau dengan kemajuan teknologi, guru harus cerdas, enggak bisa kita angkat guru yang loadingnya lambat, nggak usah jadi guru,” ujar dia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI, Senin (24/5).

Maksudnya adalah guru honorer di atas 35 tahun tetap harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Ini sejalan dengan digitalisasi pendidikan dan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi.

“Jadi guru loadingnya harus cepat. Ini yang kita harapkan ke depan, jadi saya kira proses seleksi jadi persyaratan utama ini minimal harus miliki kemampuan intelektual untuk adaptasi teknologi,” tuturnya.

Kemudian, bagi guru honorer yang berada di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), mereka juga layak mendapatkan afirmasi. Pasalnya pengabdian mereka sebagai pendidik telah terbukti.

“Mereka punya jiwa yang sangat mempuni sebagai pendidik, mungkin dia agak sulit menembus persyaratan tapi juga perlu afirmasi,” pungkasnya.