//17 titik di Kota Surabaya dijaga ketat menjelang lebaran 2021
17 titik di Kota Surabaya dijaga ketat menjelang lebaran 2021

17 titik di Kota Surabaya dijaga ketat menjelang lebaran 2021

Sumber : www.dishubsurabaya.go.id

Jumlah pasien positif covid 19 di Indonesia masih dalam keadaan rawan terjadinya pelonjakkan kasus covid 19. Hal ini sangat di khawatirkan oleh negara menjelang lebaran 2021. Dan didukung fakta, masuknya warga negara India ber status positif covid ke Indonesia. Hal ini membuat keadaan semakin rawan untuk warga negara indonesia.

Untuk itu pemeritah segera mengambil tindakan agar angka positif covid 19 ini dapat ditekan, yaitu dengan memberlakukan kebijakan larangan mudik lebaran 2021. Kebijakan tersebut tertuang dalam PM 13 tahun 2021 dan SE Satgas Penanganan Covid 19 no 13 Tahun 2021. Mudik lebaran menjadi salah satu kebudayaan masyarakat Indonesia yaitu masyarakat akan berpergian menuju ke kampung halaman masing-masing. Hal ini yang ditakutkan akan memunculkan kluster baru di setiap daerah.

Larangan mudik ini diberlakukan di semua daerah yang ada Di Indonesia khususnya Kota Surabaya. Dengan melakukan penjagaan ketat di setiap pintu masuk yang akan menuju ke Surabaya. Petugas gabungan Pemerintah Kota Surabaya bersama dengan TNI, POLRI mulai memberlakukan pengetatan sejak 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Adapun 17 titik penyekatan yang diberlakukan di Kota Surabaya tersebar di beberapa lokasi diantaranya adalah Terminal Osowilangun, Terminal Benowo, Depan PMK Sier, Exit Tol Masjid Al-Akbar Surabaya, Exit tol Gunungsari-Gresik, Exit tol Gunungsari-Malang, Eks Pasar Karang Pilang, SP 3 Driyorejo- Lakarsantri, Exit tol simo , Exit tol satelit, Bundaran Waru, Rungkut, Merr Gunung Anyar, Jembaran Suramadu, Exit Tol Margomulyo, Dupak Demak dan Exit Tol Perak.

Wakasatlantas Polrestabes Surabaya, Kompol Ari Galang Saputro mengatakan kepada wartawan kompas.com, penyekatan ini dilakukan bersama petugas gabungan dari seluruh instansi yang ada di Kota Surabaya. Dan berharap agar upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dapat mengurangi tingginya kasus covid-19.

Proses pemeriksaan dilakukan untuk kendaraan roda 2 maupun roda 4 yang berplat nomor selain L. Pengendara tersebut, akan diminta untuk menunjukan kelengkapan surat-surat kendaraan dan identitas mereka. Bagi pengendara yang tidak memiliki atau tidak menunjukan surat izin keluar masuk ( SIKM), maka para pengendara akan langsung diminta oleh petugas untuk putar balik kembali ke daerah asal.