//Masyarakat Harus Mampu Adaptasi dengan Gairah Baru Teknologi
Masyarakat Harus Mampu Adaptasi dengan Gairah Baru Teknologi

Masyarakat Harus Mampu Adaptasi dengan Gairah Baru Teknologi

Inovasi-inovasi baru akan tercipta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  — Perkembangan teknologi digital yang semakin canggih memberikan tantangan bagi para peneliti di bidang Teknologi Informasi atau information technology (IT). Termasuk bagi mereka, mahasiswa jurusan bidang IT yang dituntut untuk berkontribusi bahkan menciptakan hal-hal baru dalam penelitian dan karyanya.

Adanya tantangan baru dunia IT memaksa masyarakat harus mampu beradaptasi dengan bidang teknologi informasi. Dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan baru yang dimiliki akan mendorong masyarakat mudah dalam beradaptasi.

Program studi (prodi) Ilmu Komputer (S2) Universitas Nusa Mandiri (UNM) telah membuka tiga peminatan atau konsentrasi untuk mahasiswa, yakni bidang peminatan Image Processing, Data Mining, dan Software Engineering. 

Dalam rangka memberikan wawasan yang lebih banyak di luar jam perkuliahan, prodi Ilmu Komputer (S2) Universitas Nusa Mandiri (UNM) mengadakan kegiatan Virtual Workshop Machine Learning for Data Mining dengan pembahasan Specialist Machine Learning & Data Science with PYTHON secara daring, Ahad (18/7) pukul 09.00 -12.00 WIB.  Kegiatan ini menghadirkan pembicara yang ahli di   bidangnya yaitu Taufik Edy Susanto merupakan founder TAU Data Indonesia.

Eni Heni Hermaliani, selaku sekretaris prodi Ilmu Komputer Universitas Nusa Mandrii (UNM) membuka kegiatan dengan sambutannya bahwa ahli di bidang teknologi informasi banyak sekali. Bukan hanya dosen sebagai pengajar saja namun para peneliti dan developer serta trainer dapat memberikan atau menambah wawasan mengenai bidang teknologi informasi yang sedang mereka geluti.

“Saat ini, sedang marak machine learning yang berkembang di bidang Data Science. Maka kegiatan virtual workshop ini diselenggarakan bagi mahasiswa yang mengambil bidang peminatan data mining dengan tujuan memberikan wawasan yang lebih luas mengenai penelitian di bidang data mining menggunakan bahasa pemrograman python,” ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (20/7).

Sementara itu, Taufik Edy Susanto selaku narasumber menjelaskan teknologi mesin learning sangat berkaitan erat dengan bidang kecerdasan buatan. Dan hal ini sangat menarik perhatian.

“Kecerdasan buatan pada pengaplikasiannya secara garis besar terbagi menjadi tujuh cabang yakni mesin learning, natural language processing, expert system, vision, speech, planning dan robotika,” paparnya.

Selanjutnya, pembelajaran mesin dikembangkan berdasarkan disiplin ilmu lainnya seperti statistika, matematika dan data mining. Sehingga mesin dapat belajar dengan menganalisis data tanpa perlu diperintah ulang.

“Perkembangan dunia IT  ini akan menggiring gairah baru para peneliti untuk menciptakan dan menghasilkan karya-karya terbaiknya. Guna membantu manusia dalam menyelesaikan permasalahan di berbagai bidang,” katanya.

Menurutnya, peran mesin learning banyak membantu manusia dalam berbagai bidang. Dan penerapan mesin learning ini dapat dengan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan terus berkembangnya ilmu pengetahuan, inovasi-inovasi baru akan tercipta guna menjadi solusi terhadap permasalahan yang ada,” tutupnya.