//Nadiem: Sekolah Wajib Fasilitasi PTM, Ortu Bebas Memilih
Nadiem: Sekolah Wajib Fasilitasi PTM, Ortu Bebas Memilih

Nadiem: Sekolah Wajib Fasilitasi PTM, Ortu Bebas Memilih

JawaPos.com – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan sikap pemerintah pusat mengenai pembelajaran tatap muka (PTM). Sekolah di daerah PPKM level 1–3 harus memberikan opsi PTM.

Namun, bila memang terjadi klaster penularan, sekolah harus ditutup.

”Kalau ada klaster, kami akan langsung mengambil sikap yang sangat keras pada sekolah-sekolah dan kepala dinas kalau sekolah nggak menerapkan protokol kesehatan dengan baik,” katanya ditemui setelah mengunjungi kompleks Candi Muaro Jambi, Jambi, kemarin (22/9).

Menurut dia, mayoritas masyarakat menginginkan anak-anaknya kembali ke sekolah. Ditambah munculnya berbagai dampak negatif dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berkepanjangan. Mulai learning loss hingga psikologis anak yang terganggu.

PTM, kata Nadiem, sejatinya bukan hal baru. Sebelum varian Delta menyebar, 30 persen sekolah sudah melaksanakan PTM. Karena itu, momentum kasus positif lebih rendah dari sebelumnya sekarang ini menjadi waktu yang tepat untuk mengakselerasi PTM terbatas dengan protokol kesehatan ketat. ”Kalau nggak mulai dari sekarang, mau kapan? 1,5 tahun lagi? Nggak mungkin kan, anak-anak sudah kehilangan pembelajaran,” ungkapnya.

Kendati demikian, Nadiem menekankan bahwa kebijakan itu bersifat tidak memaksa. Keputusan tetap berada di orang tua untuk mengirimkan anaknya kembali ke sekolah atau meneruskan PJJ. Yang jelas, sekolah wajib memberi opsi PTM terbatas bila PPKM di wilayahnya berada di level 1–3. ”Orang tua dan murid punya kemerdekaan untuk memilih,” tegasnya.