//Terjadi 1.296 Kasus Klaster Sekolah, Nadiem: PTM Tidak akan Dihentikan
Terjadi 1.296 Kasus Klaster Sekolah, Nadiem: PTM Tidak akan Dihentikan

Terjadi 1.296 Kasus Klaster Sekolah, Nadiem: PTM Tidak akan Dihentikan

JawaPos.com – Terjadi klaster penularan Covid-19 setelah 1.296 sekolah pasca pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka (PTM). Hal ini berdasarkan laporan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Menanggapi hal tersebut, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku terus melakukan pemantauan hal tersebut. Kata dia, adanya penularan Covid-19 di sekolah bukan berarti PTM dihentikan atau diundur. “Itu terus kita monitor temuannya, bukan berarti PTM akan diundur, jadi masih harus jalan,” ujar Nadiem di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/9).

Nadiem mengatakan, jika ada sekolah melaporkan adanya penularan Covid-19, maka untuk sementara waktu sekolah tersebut ditutup sampai dengan situasi aman. “Tapi kalau sekolahnya masing-masing kalau ada klaster ya harus ditutup segera,” katanya.

Nadiem berujar, pembelajaran tatap muka akan terus dilakukan bagi peserta didik. Namun adanya pembelajaran tatap muka ini harus juga dibarengi dengan protokol kesehatan secara ketat. “PTM terbatas masih dilanjutkan dan prokes dikuatkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kemendikbudristek mencatat sejauh ini sudah ada 1.296 sekolah yang melaporkan klaster Covid-19 pasca pembukaan sekolah untuk PTM terbatas, total ada 11.615 siswa positif Covid-19.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Paud Dikdasmen) Kemendikbudristek, Jumeri menyebut data ini didapatkan dari 46.500 sekolah yang sudah melakukan PTM Terbatas per tanggal 20 September 2021.

Dia merinci jumlah klaster Covid-19 paling banyak ada di Sekolah Dasar (SD) sebanyak 581 sekolah, lalu di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 525 sekolah, dan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 241 sekolah.

Sementara di Sekolah Menengah Atas (SMA) ada 170 sekolah, di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ada 70 sekolah, dan di Sekolah Luar Biasa (SLB) ada sebanyak 13 sekolah. Pelajar SD menjadi yang paling banyak terkena Covid-19 akibat PTM Terbatas yakni sebanyak 6.908 orang, dan 3.174 guru SD juga positif Covid-19.

Di tingkat SMP terdapat 2.220 siswa dan 1.502 guru positif Covid-19, PAUD terdapat 953 siswa dan 2.007 positif Covid-19. Lalu, 1.915 guru dan 794 siswa SMA positif Covid-19, 609 siswa dan 1.594 guru SMK positif Covid-19, dan 131 siswa dan 112 guru SLB positif Covid-19.

Diketahui, pemerintah mulai memperbolehkan sekolah dibuka untuk pembelajaran tatap muka kepada daerah-daerah dengan status PPKM Level 3,2, dan 1.

Penetapan sekolah tatap muka ini diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2 Coronavirus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali. Pedoman pembukaan sekolah juga sudah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.