//8.451 Mahasiswa ITS Berpartisipasi dalam Program MBKM
8.451 Mahasiswa ITS Berpartisipasi dalam Program MBKM

8.451 Mahasiswa ITS Berpartisipasi dalam Program MBKM

Total terdapat 8.451 mahasiswa ITS yang berpartisipasi dalam program MBKM

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA–Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Mochamad Ashari mengatakan, dari delapan aktivitas yang diadakan oleh Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ITS merupakan perguruan tinggi dengan poin pertumbuhan tertinggi. Hal itu, kata dia, ditunjang partisipasi mahasiswa dan iklim Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang berjalan dengan baik di ITS. 

Ashari menjelaskan, total terdapat 8.451 mahasiswa ITS yang berpartisipasi dalam program MBKM ini. Di antaranya ada 34 orang yang berpartisipasi dalam Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan, 4.745 mahasiswa mengikuti KKN Tematik, Magang Bersertifikat sebanyak 687 orang, Studi Independen 1.400 orang, Kewirausahaan sebanyak 292 orang, penelitian sebanyak 66 orang, mengikuti pertukaran pelajar sebanyak 887 orang, dan Proyek Kemanusiaan sebanyak 340 mahasiswa. 

ITS juga berhasil memenangkan dana hibah hasil beberapa kompetisi yang juga diselenggarakan oleh program MBKM. Ashari melanjutkan, jika ITS sudah memaksimalkan kegiatan yang ada di program Kampus Merdeka.“Pasalnya, tak hanya mahasiswa yang berpartisipasi, namun insan dikti (pendidikan tinggi, red) juga turut memenangkan kompetisi, bahkan mendapatkan perolehan terbaik,” kata dia di Surabaya, Kamis (21/10).

Di antaranya, papar Ashari, pada Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) ITS menjadi PT yang mendapatkan peringkat 3 Pendanaan Terbesar, pada Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) menjadi PT paling banyak yang didanai yakni sebanyak enam startup, serta terdapat Kedaireka Matching Fund Terbanyak kedua dengan 17 proposal. 

“Capaian ITS di berbagai kompetisi yang terkait telah membuktikan bahwa ITS adalah kampus yang mempunyai jalinan kerja sama yang baik dengan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri), mempunyai iklim inovasi dan kewirausahaan yang terdepan, dan kerangka pembinaan prestasi yang baik,” ujarnya.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim menegaskan, pendidikan butuh perubahan segera. Nantinya jika sistem pendidikan di Indonesia baik, negara-negara lain akan menjadikan contoh. Walaupun baru pertama berjalan, Nadiem berpesan agar tidak cepat lelah dan bisa bersama-sama dalam melewati masa yang sulit.“Agar program berjalan sukses memang tak bisa sekali berhasil, butuh percobaan kedua, ketiga serta dibarengi evaluasi yang baik,” kata Nadiem.

Ia mewanti-wanti kepada para rektor dan kepala program studi di perguruan tinggi agar tidak membatasi mahasiswa dalam mengikuti program Kampus Merdeka yang mempunyai syarat memenuhi 20 SKS per semesternya. Ia juga melarang mempersulit mahasiswa yang ingin belajar dan kredit semester di luar lini jurusannya.“Pasalnya, zaman semakin maju dan mahasiswa tidak hanya butuh satu disiplin ilmu untuk bisa sukses dalam dunia kerja,” kata dia.