//PT PII-IPB Dorong UMKM di Proyek Tol Semarang-Demak
PT PII-IPB Dorong UMKM di Proyek Tol Semarang-Demak

PT PII-IPB Dorong UMKM di Proyek Tol Semarang-Demak

Para pelaku usaha UMKM ikan segar diberí pelatihan dan pemberdayaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Peduli akan nasib rakyat kecil terdampak pembangunan jalan tol, Institut Pertanian Bogor menggelar program pemberdayaan ekonomi rakyat. Kegiatan ini dilakukan bersama PT Penjamin Infratrutur Indonesia (PT PII) melakukan pemberdayaan pelaku usaha kecil yang bergerak dalam produk olahan perikanan darat. 

“Program ini kami lakukan dengan menggandeng masyarakat yang terkena dampak pembangunan jalan tol Semarang-Demak. Dengan mengikuti kegiatan ini, peserta pelatihan diharapkan mendapat pengetahuan mengenai cara memproduksi, mengolah, dan memasarkan produk perikanan secara bermutu,” kata Direktur Operasi PT PII, Andre Permana, Kamis (21/10).

Menurutnya, melalui pelatihan pemberdayaan masyarakat terdampak proyek jalan tol tersebut memang perlu digerakkan potensi ekonominya. Dalam soal usaha perikananan darat misalnya, mereka perlu mendapat pengetahuan agar mampu menentukan metode pemasaran produknya dengan baik.

“Akibatnya nanti para pelaku UMKM perikanan yang berada di sekitar wilayah terdampak jalan tol tersebut mampu adaptif. Mereka juga dapat terus memasarkan produknya secara berkesinambungan. Volume produksinya pun terus meningkat,” ujarnya lagi.

Selanjutnya Andre menegaskan, pada ajang pelatihan tersebut masyarakat peserta pelatihan akan dibekali pengetahuan mengenai keamanan pangan, pelatihan peningkatan kualitas dan cita rasa produk olahan, pelatihan teknik pengemasan, serta labeling. Selain itu ada juga program pelatihan pemanfaatan media online untuk marketing produk perikanan dan pembinaan serta pendampingan berkelanjutan.

“Penerima manfaat sebanyak 30 orang yang terdiri dari pengusaha ikan segar dan pengolah ikan di lokasi binaan dan pengusaha UMKM produk olahan perikanan yaitu di daerah Kecamatan Genuk dan beberapa kecamatan lainnya seperti Pedurungan dan Gayamsari di Kota Semarang,” kata Andre.

Sutopo berharap kegiatan pelatihan tersebut dapat memberikan pengetahuan dan memperluas wawasan para pelaku UMKM. Tujuannya lainnya juga agar kegiatan usaha pengolahan perikanan terus berkembang.”Hasil akhirnya pelatihan ini akan memberikan nilai ekonomi yang tinggi, serta dapat membuka lapangan kerja baru untuk pengolahan dan pemasaran produk perikanan.”

 “Program ini diharapkan akan terus memberikan dampak jangka panjang dan berkesinambungan kepada para pelaku usaha. Oleh karena itu, kegiatan ini akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perikanan dan Kelautan provinsi Jawa Tengah maupun Dinas Perikanan Kota Semarang, sehingga monitoring dan pembinaan dapat terus dilakukan dan manfaatnya dapat diberikan secara berkelanjutan,” ujar Andre.

 

 

sumber : rilis IPB