//Yayasan Protes Penarikan Guru yang Lolos PPPK

Yayasan Protes Penarikan Guru yang Lolos PPPK

JawaPos.com – Rekrutmen guru ASN kategori pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) menyisakan persoalan. Sebab, banyak guru tetap yayasan yang ditarik ke sekolah negeri setelah dinyatakan lolos seleksi PPPK. Karena itu, pihak yayasan selaku pengelola lembaga pendidikan swasta meminta para guru tersebut dikembalikan ke tempat mengajar semula.

Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi menyayangkan penarikan guru-guru tetap yang lolos seleksi PPPK ke sekolah negeri. Dia menuturkan, rekrutmen PPPK sejatinya digunakan untuk menuntaskan persoalan guru honorer di sekolah negeri. ”Pertama, fenomena ini menunjukkan bahwa guru-guru di sekolah swasta itu berkualitas,” katanya di Jakarta tadi malam (10/1).

Unifah menegaskan, niat awal seleksi PPPK adalah menuntaskan persoalan guru honorer di sekolah negeri. Dengan kondisi saat ini, tutur dia, rekrutmen guru PPPK tidak menyelesaikan persoalan. Pihaknya tidak keberatan jika guru-guru mereka lolos menjadi PPPK. Tetapi, dia meminta mereka dikembalikan ke sekolah tempat mengajar sebelumnya.

Ketua Umum Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Ki Saur Panjaitan XIII menyampaikan sudah menggelar audiensi dengan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek akhir pekan lalu. Dalam pertemuan itu pihaknya meminta guru tetap yayasan yang lolos seleksi PPPK tetap ditempatkan di sekolah asal. Sebab, guru yang lolos PPPK tetap mendapatkan hak kesejahteraannya dari pemerintah. Dari sisi yayasan, keberadaan guru-guru tersebut akan meningkatkan mutu sekolah.

”BMPS mengalami kerugian karena kehilangan guru-guru terbaik, berpotensi, dan tersertifikasi,” katanya. Kerugian itu muncul karena selama ini yayasan sudah melakukan pembinaan dengan baik. Padahal, mencari guru baru tidak mudah dan butuh waktu. Jika guru-guru tetap ditarik ke sekolah negeri, dia khawatir kegiatan pembelajaran di sekolah swasta terhenti. (wan/c9/oni)