//Tiga Ruang Kelas Madrasah Tsanawiyah di Lebak Ambruk Akibat Tanah Bergerak

Tiga Ruang Kelas Madrasah Tsanawiyah di Lebak Ambruk Akibat Tanah Bergerak

Madrasah Tsanawiyah Ar-Ribathiyah di Lebak menggratiskan pendidikannya.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK — Tiga ruangan kelas Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ar- Ribathiyah Cikulur Kabupaten Lebak, Banten, ambruk akibat bencana tanah bergerak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Bangunan ruangan yang roboh itu terjadi Ahad dini hari setelah curah hujan cenderung meningkat,” kata Kepala MTs Ar-Ribathiyah Cikulur Kabupaten Lebak Nasrudin, Senin (28/2/2022).

Kerugian material akibat tiga ruangan kelas roboh diperkirakan Rp 300 juta, namun saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) 35 persen pertemuan tatap muka (PTM), dan sisanya dengan sistem dalam jaringan (daring). Dampak tiga kelas roboh itu, tentu berharap adanya bantuan dari pemerintah karena siswa yang belajar di MTs setara SLTP 315 siswa dan Madrasah Aliyah (MA) setara SLTA 60 siswa.

MTs Ribathiyah yang dibangun 1983-an meluluskan ribuan siswa dan di antara alumninya menjadi seorang PNS, TNI, Polri, legislatif, ulama hingga pengusaha. “Semua siswa di sini gratis tanpa biaya karena ingin membangun pendidikan di pedalaman Lebak agar memiliki sumber daya manusia ( SDM) untuk kemajuan bangsa,” katanya.

Menurut dia, saat ini, kondisi ruangan kelas dipasang garis polisi agar masyarakat maupun siswa tidak memasuki kawasan MTs Ar-Ribathiyah. Hal ini karena kondisi tanah tidak stabil.

MTs Ar-Ribathiyah dengan 38 rumah warga lainnya terdampak bencana pergerakan tanah. Bahkan, warga di sini sudah empat hari terakhir ini mengungsi di tenda yang didirikan oleh relawan tagana Kabupaten Lebak.

“Kami berharap ruangan kelas yang roboh itu bisa kembali dibangun,” kata Nasrudin.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lebak Badrusalam mengatakan sudah melakukan pemantauan ke lokasi sekolah MTs Ar-Ribathiyah Cikulur. “Kami mengusulkan kepada Kementerian Agama Pusat untuk mendapatkan pembangunan,” katanya.

sumber : Antara
TAGS: