//Perbaikan Peringkat Pendidikan Indonesia Butuh Kolaborasi

Perbaikan Peringkat Pendidikan Indonesia Butuh Kolaborasi

JawaPos.com- Peringkat Indonesia di Programme for International Student Assessment (PISA) masih menjadi PR besar dunia pendidikan. Dari 2009 ke 2012, untuk skor bahasa dan sains menurun. Namun, matematika disebut naik empat poin. Data itu mesti menjadi tantangan seluruh stakeholder untuk dapat meningkatkannya.

”Tren skor sempat membaik pada periode 2012 ke 2015, tapi pada 2018 justru turun walaupun partisipasi siswa yang mengikuti survei meningkat,” ucap Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI Wikan Sakarinto.

Nah, bagaimana hasil survei pada 2022 ini, tentu bergantung dengan intervensi apa yang dilakukan. Salah satu sistem yang tenga dibangun untuk perbaikan adalah program Merdeka Belajar. Intervensi dilakukan di berbagai bidang pendidikan. Bukan hanya kurikulum dan peran guru, pihaknya juga berusaha menyentuh ekosistem menyeluruh.

”Misalnya, sekarang situasinya itu belajar sebagai kewajiban. Arahannya di masa depan, belajar harus menjadi kegiatan yang menyenangkan,” ucap Wikan dalam sesi webinar Fellowship Jurnalis Pendidikan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (FJP GWPP) IV pada Senin (28/3).

Selain peringkat PISA, pihaknya juga menyoroti indeks penting lain. Dari data Asian Productivity Organization (APO) menampilkan bahwa Indonesia mengalami penurunan tingkat produktivitas sejak 1970 hingga 2018 lalu. ”Kita juga memperhatikan Human Development Index Indonesia seperti apa,” sambungnya.

Wikan mengungkapkan, skor Indonesia terus mengalami kenaikan sejak 2013 hingga 2020. Yaitu dari 0,69 menjadi 0,72. Namun, peringkat Indonesia tersebut masih butuh perbaikan. Saat ini, Indonesia berada di urutan 111 dari 189 negara atau peringkat ke-6 di ASEAN.